Share

Indikasi Korupsi Sewa Pesawat ATR Garuda, Siapa Pelakunya?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 320 2530522 indikasi-korupsi-sewa-pesawat-atr-garuda-siapa-pelakunya-UhyO8IpWC0.jpg Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap indikasi korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia. Erick Thohir memastikan tindak pidana korupsi terjadi pada banyak merek pesawat, salah satunya ATR-72-600.

Indikasi korupsi pengadaan ATR-72-600 terjadi di masa Emirsyah Satar yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia sejak 2005-2014.

Baca Juga: Erick Thohir Bawa Bukti Awal Korupsi Garuda, Singgung Pesawat ATR

"Leasing-nya itu ada indikasi korupsi dengan merek yang berbeda beda," ujar Erick, saat ditemui di kawasan Kejaksaan Agung, Selasa (11/1/2022).

Erick Thohir juga memastikan indikasi korupsi pengadaan pesawat emitin dengan kode saham GIAA bukanlah tudingan belaka. Namun, didasarkan atas bukti-bukti hasil investigasi.

Baca Juga: Eks Komisaris Garuda Peter Gontha Bertemu Orang Terkaya Berharta Rp91,5 Triliun, Bahas Apa?

Indikasi korupsi pengadaan pesawat ini pun berkaitan dengan leasing atau harga sewa pesawat yang disepakati antara manajemen sebelumnya dan lessor atau perusahaan penyewa pesawat.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd Soetikno Soedarjo (SS) sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kasus TPPU tersebut merupakan pengembangan dari kasus suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada Garuda Indonesia. Selain itu, KPK juga menetapkan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada Garuda Indonesia 2007-2012 Hadinoto Soedigno (HDS) sebagai tersangka baru kasus suap tersebut.

Selain itu, Emirsyah juga ditetapkan sebagai tersangka akibat kontrak pembelian dengan empat pabrikan pesawat pada 2008-2013 dengan nilai miliaran dolar AS. Pertama, kontrak pembelian mesin Trent seri 700 dan perawatan mesin (Total Care Program) dengan perusahaan Rolls Royce.

Kedua, kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S. ketiga, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR) dan keempat kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini