Wuss Harga Minyak Brent Dekati Level USD84/Barel

Antara, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 320 2530824 wuss-harga-minyak-brent-dekati-level-usd84-barel-ZdxYCIzSPx.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Selasa, di mana Brent hampir mencapai level USD84 per barel didukung pasokan yang ketat dan ekspektasi bahwa meningkatnya kasus Virus Corona dan penyebaran varian Omicron tidak akan menggagalkan pemulihan permintaan global.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret melonjak USD2,85 atau 3,52% menjadi USD83,72 per barel. Ini merupakan harga tertinggi sejak awal November, setelah kehilangan 1,1% di sesi sebelumnya.

Baca Juga: Harga Brent Turun 1,1% Dipicu Kenaikan Pasokan Minyak Libya

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari terangkat USD2,99 atau 3,8% menjadi USD81,22 per barel. Ini juga menjadi harga tertinggi sejak pertengahan November.

Kurangnya kapasitas produksi di beberapa negara berarti bahwa penambahan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berjalan di bawah peningkatan yang diizinkan berdasarkan pakta dengan sekutunya.

Di sisi permintaan, Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell memperkirakan dampak ekonomi Omicron akan berumur pendek, menambahkan bahwa kuartal berikutnya bisa sangat positif bagi perekonomian setelah lonjakan yang didorong oleh varian itu mereda.

Baca Juga: Harga Minyak Meroket di Tengah Kerusuhan Kazakhstan

"Kombinasi fakta bahwa permintaan akan lebih kuat dari yang diantisipasi dan bahwa pasokan OPEC mungkin tidak tumbuh secepat permintaan adalah mengapa harga naik," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Rabu (12/1/2022).

Ekonomi-ekonomi utama telah menghindari kembalinya penguncian yang parah, bahkan ketika infeksi Covid-19 telah melonjak. Margin penyulingan bahan bakar jet Eropa, misalnya, kembali ke tingkat pra-pandemi karena pasokan di kawasan itu mengetat dan aktivitas penerbangan global pulih meskipun Omicron menyebar.

"Omicron belum mendatangkan malapetaka seperti varian Delta dan mungkin tidak akan pernah melakukannya, menjaga pemulihan global tetap pada jalurnya," kata Analis OANDA, Jeffrey Halley.

Pemerintah AS juga memperkirakan bahwa produksi minyak AS akan lebih rendah tahun ini dari yang diperkirakan sebelumnya, sementara total permintaan minyak akan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Produksi diperkirakan naik 640.000 barel per hari tahun ini, lebih rendah dari perkiraan bulan sebelumnya yang naik 670.000 barel per hari, dan diperkirakan akan meningkat lagi 610.000 barel per hari pada 2023.

Total permintaan minyak sekarang diperkirakan akan meningkat sebesar 840.000 barel per hari untuk tahun ini, lebih tinggi dari peningkatan 700.000 barel per hari yang diharapkan bulan lalu. Diperkirakan akan meningkat lagi 330.000 barel per hari pada 2023.

Sebagai informasi, Brent telah melonjak 50% sepanjang 2021 dan telah reli lebih lanjut pada 2022. Investor memperkirakan peningkatan permintaan sementara OPEC dan sekutunya, secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, perlahan-lahan mengurangi rekor penurunan produksi yang dibuat pada 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini