Jangan Kaget! Tarif Listrik Bisa Naik Gegara Batu Bara

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 320 2531084 jangan-kaget-tarif-listrik-bisa-naik-gegara-batu-bara-OEgd4tTSBq.jpg Tarif Listrik Bisa Naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tarif listrik bisa naik gara-gara batu bara. Apa alasannya? Ternyata, rencana pemerintah yang akan mengubah skema pengadaan batu baru untuk PT PLN (Persero) akan membuat tarif listrik naik.

Rencana skema baru ini adalah PKN akan membeli harga batu bara mengikuti pergerakan harga batu bara di pasar.

Saat ini, PLN membeli batu bara dengan harga khusus melalui kebijakan domestic market obligation (DMO) dipatok sebesar USD70 per ton. Agar tidak memberatkan PLN, pemerintah akan membentuk Badan Layanan Umum yang berfungsi menanggung selisih harga DMO dengan harga pasar yang harus dibayarkan PLN.

 Baca Juga: Skema Baru Pengadaan Batu Bara Bikin Tarif Listrik Naik? Begini Penjelasan Luhut

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, kebijakan pembelian batu bara di harga pasar oleh PLN akan berdampak pada kenaikan biaya pokok produksi. Biaya pokok produksi ini nantinya akan berdampak terhadap kenaikan tarif dasar listrik di masyarakat.

"Memang ini serba salah. Kalau bicara pasokan batu bara, ini sangat dibutuhkan apalagi hampir 65% pembangkit kita adalah PLTU. Dibutuhkan pasukan batu bara yang cukup besar. Di sisi lain, disparitas harga antara DMO dengan harga pasar saat ini sangat jauh sekali," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Rabu (12/1/2022).

 

Mamit melanjutkan, ada empat indikator yang dihitung oleh PLN dalam menentukan tarif dasar listrik, yaitu Indonesian Crude Price (ICP), kurs mata uang Rupiah terhadap Dolar, inflasi, dan Harga Batu Bara Acuan (HBA).

"Ini yang akan menjadi perhitungan PLN ketika mereka membeli dengan harga pasar dan otomatis ini akan menjadi dua bebannya. Apakah nanti pemerintah yang akan menanggung subsidi tersebut atau nanti akan dibebankan kepada masyarakat ketika keuangan pemerintah tidak kuat," katanya.

Menurut dia, perlu pertimbangan yang matang dan mencari solusi bagi semua pihak. "Saya kira ini akan jadi permasalahan tersendiri kalau memang nanti ke depan PLN akan membeli dengan harga pasar. Perlu pertimbangan kira-kira seperti apa solusinya. Pengusaha juga tetap mau menjual ke PLN karena ada kejelasan terkait harga dan lain-lain sehingga mereka happy menjual ke PLN," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini