Share

Harga Minyak Meroket Usai Stok AS Turun 4,6 Juta Barel

Antara, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 06:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 320 2531404 harga-minyak-meroket-usai-stok-as-turun-4-6-juta-barel-aVvmI8fKsZ.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak semakin meningkat atau mencapai level tertinggi dalam dua bulan di akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak meningkat karena persediaan minyak mentah di Amerika Serikat turun ke level terendah sejak 2018. Selain itu, harga minyak juga didukung dolar melemah dan kekhawatiran varian virus corona Omicron mereda.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari bertambah USD1,42 atau 1,7% menjadi USD82,64 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik 95 sen atau 1,1% menjadi USD84,67 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga: Wuss Harga Minyak Brent Dekati Level USD84/Barel

Badan Informasi Energi (EIA) mencatat persediaan minyak mentah AS turun 4,6 juta barel pekan lalu menjadi 413,3 juta barel atau terendah sejak Oktober 2018.

"Penarikan minyak mentah lebih besar dari yang diperkirakan meskipun ada penurunan material dalam aktivitas penyulingan," kata Analis Minyak Utama untuk Amerika, Matt Smith, dikutip dari Antara, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Harga Brent Turun 1,1% Dipicu Kenaikan Pasokan Minyak Libya

Persediaan minyak mentah AS telah turun selama tujuh minggu berturut-turut, dan persediaan secara keseluruhan telah diperketat di seluruh dunia karena produsen utama berjuang untuk meningkatkan pasokan bahkan ketika permintaan meningkat meskipun kasus Omicron juga meningkat.

Sementara itu, penurunan dolar adalah pendorong utama dari harga minyak yang lebih tinggi, bahkan melampaui dampak penarikan EIA. Smith mengatakan, greenback yang lebih lemah membuat kontrak minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Dolar jatuh ke level terendah baru dua bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya setelah data menunjukkan harga konsumen AS naik kuat pada Desember.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini