Proyek Kereta Cepat Terkendala Tekstur Tanah, Aman Dilintasi? KCIC: Tak Bisa Buru-Buru

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 320 2531523 proyek-kereta-cepat-terkendala-tekstur-tanah-aman-dilintasi-kcic-tak-bisa-buru-buru-kdXeuHfSIP.jpg Menko Luhut Tinjau Pengerjaan Tunnel 2 Kereta Cepat. (Foto: Okezone.com/KCIC)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi lokasi pengerjaan konstruksi Tunnel #2 proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dalam kunjungannya, Menko Luhut mendengarkan paparan dari kontraktor mengenai progress pengerjaan terowongan, tantangan yang dihadapi dan solusi yang sedang dilakukan.

Luhut bersama jajarannya melihat langsung ke dalam terowongan untuk melihat kondisi yang terjadi di lapangan. Usai melakukan peninjauan, Luhut mengatakan jika penanganan pembangunan tunnel #2 berjalan sangat baik.

Baca Juga: Periskop 2022: Daftar Proyek Infrastruktur yang Siap Pamer, dari LRT hingga Kereta Cepat

Meski terdapat tantangan geografis, hal itu bisa tertangani dengan baik berkat adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Luhut juga memastikan jika Tunnel 2 aman untuk dilintasi.

“Tunnel 2 ini memang memiliki tantangannya tersendiri. Dari awal sudah kita ketahui jika struktur tanahnya labil. Namun kondisi sekarang sudah lebih baik dan bisa ditangani,” ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Regulasi Operasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung Awal 2022

Sementara itu, Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menilai kehadiran Menko Luhut beserta jajaran Kemenkomarves dan Forkopimda Kabupaten Purwakarta menjadi suatu dukungan besar bagi tim KCJB yang sedang dalam proses menyelesaikan pembangunan #Tunnel 2 yang merupakan salah satu titik kritis konstruksi.

“Pak Menko Marvest melihat langsung pengerjaan konstruksi di Tunnel #2 dan memastikan pengerjaan konstruksi dapat berjalan lancar. Termasuk soal keamanan dan transfer knowledge yang terjadi selama pengerjaan konstruksi berlangsung. Kami sangat senang tentunya karena kehadiran beliau adalah suatu bentuk dukungan bagi kami yang saat ini sedang melakukan percepatan pembangunan,” ujarnya.

Untuk diketahui, titik konstruksi Tunnel #2 merupakan salah satu titik Konstruksi dengan tantangan geografis yang tinggi dalam proyek KCJB karena lokasinya berada di area clay shale. Tunnel#2 ini akan menjadi terowongan pertama di Indonesia yang berhasil dibangun di area clay shale.

Dwiyana menambahkan, area clay shale merupakan jenis tanah dengan karakteristik yang mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian berlangsung. Mengingat kondisi tanah yang memiliki potensi menimbulkan pergerakan konstruksi timbunan maupun konstruksi jalan yang terdapat di atasnya, sehingga proses pembangunan tunnel harus dilakukan dengan berhati-hati dan seksama.

“Tunnel #2 memang salah satu titik tersulit. Lokasinya berada di area clay shale yang karakteristik tanahnya mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian berlangsung. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian dalam pengerjaannya dan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru,” terang Dwiyana.

Dalam penanganan tunnel 2 terjadi transfer teknologi antara tenaga ahli tunnel dan grouting dari Tiongkok dengan tenaga ahli lokal dalam hal ini dari ITB. Mengingat seluruh tenaga ahli baik dari Tiongkok ataupun Indonesia berkolaborasi untuk menangani tantangan geografis di tunnel 2. Melalui adanya kolaborasi ini, diharapkan juga terjadi transfer knowledge dalam bidang konstruksi terowongan sekaligus untuk dalam mengatasi kendala dalam proses konstruksi di Tunnel #2.

“Para ahli dari Tiongkok dan ITB tersebut akan dimaksimalkan untuk transfer knowledge kepada seluruh pekerja KCJB di titik konstruksi tersebut,” terang Dwiyana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini