Share

Bansos Cair di Kuartal I-2022, Ini Rincian dan Besarannya

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 320 2533424 bansos-cair-di-kuartal-i-2022-ini-rincian-dan-besarannya-W5kbd2dN1u.jpg Bansos Cair di Kuartal I-2022 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mencairkan bansos pada kuartal I-2022. Bansos ini masuk ke dalam anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 sebesar Rp451 triliun.

"Untuk Program PEN sendiri sudah disiapkan anggaran sebesar Rp451 triliun, dan itu terbagi menjadi 3 klaster utama, yakni kesehatan, perlindungan masyarakat, serta penguatan pemulihan ekonomi yang antara lain berisi insentif fiskal, dukungan UMKM dan korporasi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers virtual, Jakarta, Minggu 16 Januari 2022.

Baca Juga: BLT Cair untuk PKL hingga Nelayan, Ini Besarannya

Selain itu, telah disetujui untuk dilakukan front-loading beberapa program bansos di kuartal I, seperti perluasan penerima manfaat untuk program BT-PKLWN yaitu penambahan sebanyak 1,76 juta nelayan penduduk miskin ekstrem di wilayah pesisir, sehingga total target sasaran menjadi 2,76 juta orang (ditambah dengan 1 juta orang PKL/Pemilik Warung).

Sedangkan, lokasi penerima manfaat yaitu pada 212 Kabupaten/Kota yang masuk pada target pengentasan kemiskinan ekstrim di 2022, dan besaran yang diberikan adalah Rp600 ribu per penerima.

Sementara itu, Pemerintah juga berencana melanjutkan berbagai insentif di 2022. Insentif tersebut mulai dari Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) untuk produk otomotif, PPN untuk sektor properti, hingga program bansos.

Adapun kelanjutan insentif ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 5,2% di tahun 2022.

Berdasarkan Sidang Kabinet Paripurna pada 30 Desember 2021, telah diputuskan insentif PPN DTP Perumahan akan diperpanjang sampai dengan Juni 2022, dengan ketentuan PPN DTP besaran dikurangi 50% dari tahun 2021. Sehingga menjadi PPN DTP sebesar 50% untuk rumah tapak/ rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar dan PPN DTP sebesar 25% untuk rumah tapak/ rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp5 miliar.

β€œIni diperhitungkan dari awal kontrak, dan diharapkan rumah itu selesai dalam 9 bulan. Saat ini sedang disusun draft revisi PMK 103/2021 sebagai dasar regulasi untuk perpanjangan insentif PPN DTP Perumahan tahun 2022,” jelas Menko Airlangga.

Baca Juga: Jokowi Setujui Insentif PPnBM Mobil dan PPN Rumah Diperpanjang, Cek Bansos yang Cair

Kemudian, akan diberikan juga insentif PPnBM untuk sektor otomotif. PPnBM untuk kendaraan LCGC untuk harga s/d Rp200 juta, yang saat ini PPnBM nya sebesar 3%.

PPnBM DTP di Kuartal I mendapatkan 3% yang Ditanggung Pemerintah, kemudian di Kuartal II mendapatkan PPnBM DTP sebesar 2%, dan di Kuartal III mendapatkan PPnBM DTP sebesar 1%, sedangkan di Kuartal IV harus membayar penuh sesuai tarifnya yaitu PPnBM sebesar 3%.

Untuk kendaraan dengan harga Rp200 – 250 juta, yang tarif PPnBM nya sebesar 15%, pada Kuartal I ini diberikan insentif sebesar 50% Ditanggung Pemerintah, sehingga masyarakat hanya membayar PPnBM sebesar 7,5%, dan di Kuartal II sudah membayar penuh sebesar 15%.

Sekadar informasi, pemerintah menyiapkan dana hingga Rp154,76 triliun dalam klaster perlindungan masyarakat. Bansos yang cair menggunakan anggaran tersebut, yakni PKH untuk 10 juta KPM Rp28,7 triliun, Kartu Sembako untuk 18,8 juta KPM Rp45,1 triliun, dan Kartu Prakerja Rp 11,0 triliun.

Selanjutnya dukungan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan Rp5,6 triliun, BLT Desa Rp27,2 triliun, cadangan Perluasan Rp36,16 triliun, dan bansos tunai untuk 10 juta KPM Rp12,02 triliun (Rp 200 ribu/bulan selama 6 bulan).

Ada juga kartu sembako PPKM untuk 5,9 juta KPM Rp7,1 triliun (Rp 200.000/bulan selama 6 bulan), bantuan kuota internet untuk 38,1 juta siswa dan pendidik Rp8,1 triliun selama 6 bulan, serta cadangan Perlinmas Rp9,0 triliun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini