Share

AirAsia Penuhi Syarat Kepemilikan Saham Publik Jadi 7,5%

Rabu 19 Januari 2022 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 278 2534450 airasia-penuhi-syarat-kepemilikan-saham-publik-jadi-7-5-qCUDvHOz9l.jpg Pesawat AirAsia. (Foto: Okezone.com/Says)

JAKARTA PT AirAsia Indonesia Tbk memenuhi kepemilikan saham publik menjadi 7,5%. Hal ini sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait jumlah saham yang beredar di publik. Dua pemegang saham utama melepas masing-masing 3% sahamnya.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan AirAsia Indonesia, Indah Permatasari Saugi mengatakan, perseroan telah memenuhi ketentuan peraturan PT Bursa Efek Indonesia No I-A Ketentuan V.1 yaitu mengenai kepemilikan saham publik minimum 7,5% bagi perseroan.

Baca Juga: Saham AirAsia (CMPP) Kembali Diperdagangkan Hari Ini

"Bersama ini kami sampaikan bahwa PT Fersindo Nusaperkasa telah melepaskan sebanyak 320.625.000 lembar saham atau 3% dari seluruh saham yang dimilikinya kepada pihak ketiga melalui pasar negosiasi," jelasnya, dikutip dari Harian Neraca, Rabu (19/1/2022).

Selain itu, pemegang saham pengendali AirAsia Aviation Limited (AirAsia Investment LTD) telah melepaskan sebanyak 320.625.000 lembar saham atau 3 persen dari seluruh saham yang dimilikinya kepada pihak ketiga melalui pasar negosiasi. Dengan demikian, berdasarkan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh biro administrasi efek PT Bima Registra, pemegang saham perseroan per tanggal 14 Januari 2022 adalah Airasia Investment LTD memegang 4.942.013.300 lembar saham atau setara 46,25%.

Baca Juga: AirAsia Bakal Ganti Nama, Jadi Apa?

Adapun, PT Fersindo Nusaperkasa memegang 4.931.915.000 lembar saham atau setara 46,16%, sedangkan publik memegang 811.196.141 lembar saham atau setara 7,59%. Dengan demikian, total saham sebesar 10.685.124.441 lembar saham setara 100%. Sebelumnya, CMPP sempat kembali terkena suspensi dari BEI mulai perdagangan Rabu, 12 Januari 2022. Suspensi ini sebagai dampak dari aktivitas market tidak biasa atau unusual market activity (UMA) sejak perdagangannya dibuka kembali pada 3 Januari 2022.

Dalam dua hari pertama terlepas dari suspensi, harga saham perseroan mengalami penurunan. Harga saham perseroan terus melonjak di atas 20% dalam perdagangan harian sejak perdagangan 5 Januari 2022. Pada hari ini, saham CMPP anjlok 6,72% atau 32 poin menjadi Rp444. Namun, sepanjang 2022, saham CMPP masih naik 141,3%.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Perseroan di tahun ini bakal melakukan sejumlah perbaikan kinerja dengan memperkuat rute hingga tingkatkan penerbangan kargo. Saat ini, AirAsia Indonesia sudah mulai mengoperasikan penerbangan komersialnya sejak September 2021 yang lalu dan secara berkala berencana membuka semua rute yang sebelumnya dioperasikan oleh Indonesia AirAsia.

Selain itu, untuk meningkatkan permintaan layanan penerbangan yang sebelumnya sangat rendah, Indonesia AirAsia juga memberikan kebijakan untuk menambah jatah bagasi terdaftar gratis dari sebelumnya 15 kg menjadi 20 kg per penumpang untuk pemesanan baru di platform AirAsia SuperApp dan semua agen penjualan tiket AirAsia.

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan pernah bilang, fokus perseroan tahun ini mencoba memperkuat rute domestik dan juga akan membuka kembali penerbangan-penerbangan rute internasional.

"Namun, hal ini tergantung dari keadaan dan kebijakan dari masing-masing Negara untuk membuka perbatasannya dan juga membuka kebijakan karantina bagi penumpang yang membuat para penumpang menjadi reluctant untuk terbang," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini