Share

Luhut Mau Buat BLU Batu Bara, Erick Thohir dan PLN Setuju?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 20 Januari 2022 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 320 2534958 luhut-mau-buat-blu-batu-bara-erick-thohir-dan-pln-setuju-MYrqaixqYj.jpg Pemerintah Siapkan BLU Batu Bara. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan BUMN akan mengikuti ketentuan Badan Layanan Umum (BLU) yang tengah dibuat pemerintah. Pembentukan BLU sejalan dengan isu pembelian batu bara untuk PLTU PT PLN (Persero) yang harus mengikuti harga pasar.

Ketentuan itu sekaligus membatalkan skema pembelian energi primer itu berdasarkan harga kewajiban pasok atau domestic market obligation (DMO). DMO merupakan kewajiban produsen batu bara domestik untuk memasok produksi batu bara bagi kebutuhan dalam negeri. Kewajiban DMO diatur sebesar 25% dengan patokan harga USD70 dolar per metrik ton.

Baca Juga: Hak Jawab: Tan Paulin Pertanyakan Disebut 'Ratu' Batu Bara oleh Anggota DPR

Erick mengatakan bila BLU resmi berdiri, maka PLN akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan. Sebaliknya, jika BLU tidak dibentuk pemerintah, maka BUMN di sektor kelistrikan itu akan mengikuti regulasi sebelumnya.

"Kalau memang ada BLU, yak kami, PLN mengikuti, tapi kalau tidak ada BLU ya kita kembali ke rapat Januari 2021 yang di sana sudah ada landasan hukumnya, kesepakatan daripada berbagai pihak," ujar Erick dalam konferensi pers, dikutup Kamis (20/1/2022).

Baca Juga: 5 Fakta Ekspor Batu Bara Dibuka, Menko Luhut Beri Peringatan Ini ke Pengusaha Tambang

Terkait rapat di awal tahun lalu tersebut, kata Erick, pihaknya bersama Kementerian ESDM, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Kejaksaan, hingga pihal berwenang telah membahas pasokan batu bara untuk PLTU PLN.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury memastikan harga batu bara PLTU milik PT PLN akan mengikuti harga pasar. Adapun skemanya mirip dengan harga pasar kelapa sawit.

Menurut Pahala, kewenangan penetapan harga batu bara PLN menjadi kewenangan Kementerian ESDM. Meski begitu, kajian penetapan harga batu bara masih dibahas antara kementerian terkait dan akan diumumkan ke publik usai difinalisasi.

"Nanti kita akan umumkan, tentunya yang punya kewenangan dalam hal ini Kementerian ESDM, kita lagi melakukan pengkajian, mungkin skemanya agak mirip dengan apa, komoditas lainnya, seperti kelapa sawit. Tapi kita lagi kaji, nanti dari Marves (Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi) yang akan mengkoordinir bersama-sama dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Perdagangan," ujarnya saat ditemui di kawasan Kota Tua, Jakarta beberapa waktu lalu.

Bila PLN membeli batu bara berdasarkan harga pasar saat ini yakni USD62 per ton untuk kalori 4.700, maka perseroan akan menerima subsidi dari BLU untuk menutupi selisih harga pasar dengan harga acuan senilai USD70 per ton.

Hanya saja, Pahala menyebut skema BLU hingga saat ini masih dibahas oleh kementerian teknis. Dengan kata lain, belum ada formula resmi terkait BLU itu sendiri.

"BLU-nya saat ini belum ditentukan seperti apa, nanti tentunya antara kementerian teknis akan bicarakan," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini