Share

Data Diretas Hacker, Begini Kata BI

MNC Portal, Jurnalis · Kamis 20 Januari 2022 20:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 320 2535405 data-diretas-hacker-begini-kata-bi-TRio00Ek0M.jpg Data Bank Indonesia diretas Hacker (Foto: Okezone)

JAKARTA – Data Bank Indonesia (BI) dibobol hacker. Bank sentral pun angkat suara soal dugaan bocornya data-data. BI mengakui adanya upaya peretasan berupa ransomware pada bulan lalu.

"Bank Indonesia telah melakukan asesmen terhadap serangan tersebut. Selanjutnya, Bank Indonesia telah melakukan pemulihan, audit, dan mitigasi agar serangan tersebut tidak terulang dengan menjalankan protokol mitigasi gangguan IT yang telah ditetapkan," kata Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga: Data BI Diretas Hacker, Apa yang Dicuri?

Adapun beberapa langkah yang dilakukan BI untuk mencegah serangan serupa adalah menyusun kebijakan, standar dan pedoman ketahanan siber. Kemudian, mengembangkan teknologi dan infrastruktur keamanan siber.

Baca Juga: Polri Koordinasi dengan Bank Indonesia Terkait Dugaan Kebocoran Data

"Serta membangun kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam mengantisipasi terjadinya suatu insiden serangan siber," imbuh Erwin.

Erwin menambahkan, Bank Indonesia senantiasa berupaya meningkatkan ketahanan sistem informasi untuk mencegah serangan siber dalam bentuk apa pun, termasuk serangan peretasan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas Bank Indonesia.

Bank Indonesia juga senantiasa melaksanakan pengujian terhadap seluruh infrastruktur guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman, lancar dan efisien. Bank Indonesia pun terus berkoordinasi dengan peserta sistem pembayaran, guna memastikan optimalnya kegiatan sistem pembayaran.

"Bank Indonesia memastikan bahwa layanan operasional Bank Indonesia tetap terkendali dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat," tandas Erwin.

Sebelumnya, data Bank Indonesia diretas oleh hacker. Data bank sentral ini diduga diretas oleh sekelompok hacker yang bernama ransomware Conti pada Kamis 20 Januari 2022.

Melansir akun twitter intelijen bernama @darktracer_int, Kamis (20/1/2022), BI menjadi salah satu korban peretasan.

"[ALERT] kelompok Conti ransomware mengumumkan "BANK OF INDONESIA" masuk dalam daftar korban," tulis Dark Tracer, Kamis (20/1/2022).

Postingan tersebut membuat heboh warganet. Postingan berisi gambar data dari situs gelap kelompok ransomware Conti. Postingan tersebut diretweet sebanyak 1.600 kali.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini