Share

Indeks Dolar AS Melemah, Investor Menanti Pertemuan The Fed

Antara, Jurnalis · Sabtu 22 Januari 2022 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 320 2536036 indeks-dolar-as-melemah-investor-menanti-pertemuan-the-fed-wzYEBPRhhb.jpg Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Indeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar melemah bersama dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sementara investor menantikan pertemuan Federal Reserve minggu depan untuk kejelasan lebih lanjut tentang prospek kenaikan suku bunga.

Ekspektasi bahwa Fed akan memperketat kebijakan moneter pada kecepatan yang lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya, telah mendorong kenaikan imbal hasil dan dolar awal pekan ini, dan indeks dolar AS ditetapkan untuk persentase kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Desember.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Lesu Tertekan Data Ekonomi

Imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah karena penurunan pasar saham mencerminkan selera risiko yang buruk, sementara kekhawatiran tentang potensi konflik di Ukraina mendorong permintaan untuk mata utang safe haven.

Pasar memperkirakan sebanyak empat kenaikan suku bunga tahun ini, mulai dari Maret dan memperkirakan Fed mulai memangkas neraca 8 triliun dolar AS-plus dalam beberapa bulan. Pertemuan Fed minggu depan bisa menjelaskan seberapa cepat itu akan diperketat.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Menguat Tekan Mata Uang Yen

"Semuanya akan agak tenang" sampai Fed merilis pernyataannya pada Rabu (26/1/2022) setelah pertemuan dua hari, kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto.

"Masuk akal dolar agak diredam hari ini karena kurangnya dorongan nyata dari data."

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,1% hari ini di 95,650 tetapi naik 0,5% untuk minggu ini.

Di pasar mata uang kripto, bitcoin juga terseret lebih rendah dan mencapai level terendah sejak Agustus. Bitcoin terakhir jatuh 6,0%, sementara ether merosot lebih dari 8,0%.

Terhadap yen, dolar terakhir turun 0,4% pada 113,680. Untuk minggu ini, dolar turun sekitar 0,5% terhadap yen. Euro terakhir naik 0,3% terhadap dolar pada 1,1341 dolar, sementara itu turun sekitar 0,6% untuk minggu ini.

Penjualan ritel di Inggris menambah data ekonomi yang lebih lemah baru-baru ini. Pound melemah 0,3% terhadap dolar pada 1,3553 dolar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini