Share

Tol Trans Sumatera Berlubang, Menteri Basuki Soroti Perbaikan Jalan Hutama Karya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 320 2536793 tol-trans-sumatera-berlubang-menteri-basuki-soroti-perbaikan-jalan-hutama-karya-wODeJH97qJ.jpg Tol Trans Sumatera Berlubang. (Foto: Okezone.com/Hutama Karya)

JAKARTA - Tol Trans Sumatera (JTTS) bermunculan lubang-lubang di beberapa bagian jalan. Meski begitu, belum dipastikan sebab utama kerusakan di jalan tol tersebut.

Kabar ini dibenarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga manajemen PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola JTTS. Kedua pihak telah melakukan tinjauan langsung di Jalan Tol ruas Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung sejak Jumat 21 Januari 2022. Pantauan itu sekaligus memastikan peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) JTTS.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini pihak Hutama Karya tengah melakukan perbaikan di Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dan Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.

Baca Juga: Menko Luhut Tawarkan AS Investasi di Tol Trans Sumatera

“Hari ini saya bersama dengan manajemen Hutama Karya menelusuri JTTS mulai dari Gerbang Tol Bakauheni Selatan di KM 95 hingga KM 330 untuk memantau perbaikan jalan yang ada. Di sepanjang tol tersebut sudah terdapat beberapa titik perbaikan, salah satunya yakni di KM 169, KM 190 hingga 191 dan KM 319," ujar Basuki dalam keterangan pers, dikutip Senin (24/1/2022).

Menurutnya, beberapa titik juga sudah tidak ditemukan lubang atau kerusakan. Dia pun berharap BUMN di sektor konstruksi itu bisa mempertahankan kualitas jalan tol dan terus meningkatkan SPM tol yang dikelola.

Baca Juga: Tarif Tol Medan-Kualanamu Naik, Kualitasnya Gimana?

Sehari sebelumnya, Hutama Karya sudah melakukan tinjauan perbaikan dan peningkatan SPM di ruas tol JTTS. Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro mengatakan pemeliharaan di JTTS sangat diperhatikan oleh perusahaan dalam mengelola jalan tol.

“Saat kami melintas ini kondisi Tol Bakter dan Tol Terpeka sudah cukup baik dengan minimnya lubang yang ditemui. Hal ini karena dari sisi pemeliharaan dan perbaikan secara rutin kami lakukan dengan teknis perbaikan dan periode yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan perbaikannya," ungkap dia.

Menurutnya, pengaspalan dilakukan apabila terjadi pothole atau lubang karena perbaikan cenderung lebih cepat pengerjaannya. Perbaikan menggunakan aspal dengan alat Cold Milling Machine (CMM) memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perbaikan biasa.

Lebih lanjut, kerusakan perkerasan jalan yang cukup dalam diperlukan perbaikan dengan Scrapping, Filling dan Overlay (SFO). Perusahaan juga melakukan perbaikan konstruksi beton rigid pada kondisi jalan yang kerusakan perkerasannya cukup parah. Perbaikan jalan ini menjadi salah fokus perusahaan dalam peningkatan SPM dan juga fokus perusahaan.

“JTTS memiliki karakteristik jalan yang cukup berbeda dengan kondisi tanah yang berbeda- beda pula sehingga diperlukan metode teknik perbaikan yang sesuai dengan masing-masing kondisi tanah tersebut. Karena JTTS dibangun di wilayah yang cukup unik, ada yang di atas rawa bahkan lahan gambut, sehingga perlu penanganan ekstra dalam pemeliharaan jalannya, agar lebih maksimal dan sesuai dengan perkerasan awal,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini