Share

Erick Thohir Target Restrukturisasi Utang Garuda 50%

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 25 Januari 2022 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 320 2537713 erick-thohir-target-restrukturisasi-utang-garuda-50-4kyGALLcO1.jpg Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan hasil restrukturisasi utang Garuda Indonesia mencapai 50% lebih. Tercatat total utang emiten pelat merah itu sebesar Rp189 triliun.

Persentase 50% menggambarkan persetujuan lessor atau perusahaan pesawat bahwa utang Garuda Indonesia sebesar Rp 189 triliun harus direstrukturisasi. Bila berhasil, emiten dengan kode saham GIAA itu memulai memasuki fase pemulihan keuangannya.

Untuk mencapai target, Kementerian BUMN selaku pemegang saham dan manajemen harus memperoleh persetujuan tujuh lessor atas restrukturisasi utang yang diproses melalui skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di pengadilan, salah satunya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Baca Juga: Bulog Tak Masuk Holding BUMN Pangan, Ini Alasan Erick Thohir

Erick menyebut, persetujuan tujuh lessor raksasa global akan menjadi mayoritas karena mampu merepresentasikan angka 50% sesuai dengan target.

Namun, hingga pekan ketiga Januari 2022, baru empat lessor yang memberikan persetujuan tersebut. Sementara, tiga lessor lainnya pada tahap negosiasi. Secara keseluruhan ada 35 lessor yang dibidik pemerintah.

"Namanya kita juga usaha tetapi yang empat lessor ini kan, jadi gini dari 35 lessor itu kalau kita bisa dapat tujuh lessor yang besar itu udah lebih dari 50 persen. Nah, empat lessor ini yang besar jadi kalau kita dapat tiga lagi itu akan mayoritas," ujar Erick saat ditemui di kawasan gedung DPR, Selasa (25/1/2022).

Di lain sisi, tercatat tujuh lessor telah membentuk komite Ad Hoc perihal restrukturisasi utang. Erick berharap komite dapat mengarahkan lessor lainya untuk menyepakati restrukturisasi yang diajukan.

Baca Juga: Erick Thohir Bawa Kabar Baik Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia

Menurutnya, beberapa anggota Komite Ad Hoc memiliki komitmen untuk mendukung penyelesaian utang emiten dengan kode saham GIAA itu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Senada, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengklaim proses restrukturisasi terus mendapat respon positif. Bahkan, keseluruhan lessor sudah mendaftarkan diri dalam PKPU. Meski begitu, tahapan-tahapan negosiasi masih terus dilakukan. Pasalnya, baru sebagian lessor yang baru menandatangani isi persetujuan restrukturisasi tersebut.

"Kita sekarang masih negosiasikan dengan semua lessor dan kreditur yang lain, sementara ini tidak ada perkembangan negatif malah positif, dianggap kita serius menangani bukan hanya ke depan tapi juga masalalu," ungkap Irfan.

Irfan optimis pihaknya akan mencapai satu keputusan positif antara pihaknya dengan perusahaan penyewa pesawat. Sikap itu didasari pada respon baik yang diberikan lessor dalam setiap sesi negosiasi.

"Selama ini boleh dibilang kita sih positif diskusinya dengan semua lessor dengan tadi yang disampaikan Pak Erik, betul memang beberapa lessor terbesar tersebut mengindikasikan sangat kuat, terus tujuannya sudah kita detailkan mudah-mudahan tidak ada halangan melintang dan kalau melihat nanti ada yang sudah tanda tangan rasanya semua pihak akan mencapai suatu kesepakatan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini