Share

Isu PHK Massal Karyawan Garuda, Dirut Buka Suara

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 02 Februari 2022 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 02 320 2541324 isu-phk-massal-karyawan-garuda-dirut-buka-suara-8NYv2DYiHE.png Garuda Indonesia soal PHK Karyawan. (Foto: Okezone.com/Garuda)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menjelaskan soal rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) di internal perusahaan. Klasifikasi tersebut menyusul pernyataan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terkair potensi pengurangan karyawan Garuda.

Direktur Utama Irfan Setiaputra menegaskan, hingga saat ini perusahaan masih fokus menjalani proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) guna memperoleh kesepakatan terbaik dalam penyelesaian kewajiban usaha dengan para kreditur.

Baca Juga: Kemnaker Mediasi Karyawan Garuda dan AirAsia, Ada PHK Massal?

"Dapat kami sampaikan bahwa Garuda hingga saat ini belum memiliki agenda pertemuan dengan pihak Kementerian Ketenagakerjaan berkenaan dengan penyesuaian jumlah karyawan," ujar Irfan, Rabu (2/2/2022).

Menurutnya, proses PKPU yang kini sedang dijalani Garuda bersama segenap pemangku kepentingan bukanlah proses kebangkrutan atau kepailitan, melainkan proses restrukturisasi yang dijalankan dalam koridor hukum sesuai mekanisme PKPU.

Baca Juga: Garuda Indonesia Capai Kesepakatan Penyelesaian Utang

Dalam proses PKPU ini, kata dia, Garuda Indonesia juga terus menjalin komunikasi yang intensif bersama seluruh kreditur, dimana dalam proses tersebut, emiten dengan kode saham GIAA itu juga telah mendapatkan tanggapan positif dari sejumlah kreditur, termasuk lessor pesawat dalam proses negosiasi guna mencapai kesepakatan terbaik untuk penyelesaian kewajiban usaha.

Lebih lanjut, dalam upaya pemulihan kinerja yang saat ini dioptimalkan, Garuda terus berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan para karyawan di masa penuh tantangan ini, selaras dengan rencana dan upaya-upaya kami untuk menjadi entitas bisnis yang kuat di masa mendatang.

"Seluruh kebijakan dan keputusan ketenagakerjaan yang telah ditempuh Garuda tentunya mengacu pada ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, serta berdasarkan komunikasi konstruktif yang kami kedepankan bersama karyawan," ungkap Irfan.

Selama proses PKPU berlangsung, Garuda memastikan seluruh aspek kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung dengan normal, termasuk layanan penumpang, kargo dan perawatan pesawat.

Selaras dengan hal tersebut, lanjut Irfan, Garuda juga terus mengakselerasikan kinerja bisnisnya dengan memaksimalkan potensi pendapatan melalui perluasan jaringan penerbangan kargo internasional hingga kerjasama korporasi dan retail dalam menghadirkan nilai tambah layanan penerbangan bagi pengguna jasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini