Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masuk Sumber Anggaran Pembangunan IKN, Aset Negara yang Ditinggalkan di Jakarta Bakal Dijual

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 02 Februari 2022 |18:52 WIB
Masuk Sumber Anggaran Pembangunan IKN, Aset Negara yang Ditinggalkan di Jakarta Bakal Dijual
Aset negara akan dijual untuk pemindahan ibu kota (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Aset negara yang ditinggalkan di Jakarta menjadi salah satu sumber pendanaan pembangunan IKN. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Made Arya Wijaya mengatakan, sudah ada aturannya di Kementerian Keuangan, tinggal melihat jenis aset tersebut seperti apa sehingga tinggal menunggu implementasi saja.

"Sehingga pola pemanfaatannya pun akan disesuaikan, apakah di kerjasamakan atau dipindahkan atau bisa di jual atau digunakan oleh pihak lain," ujar Made dalam diskusi secara virtual, Rabu (2/2/2022).

"Aset yang ditingkalkan ini untuk mendanai IKN kita itu sudah masuk dalam list untuk menjadi sumber pendanaan dari pembangunan IKN," sambungnya.

Made menjelaskan memang sebetulnya tidak banyak juga aset negara di Jakarta yang dijadikan sumber pendanaan IKN. Sebab pemindahan ASN ke kalimantan juga tidak sampai 30%.

"Pemindahan ibu kota ini tidak serta merta memindahkan seluruhnya, dari jumlah ASN saja yang ada saat ini di Jakarta, itu yang dipindahkan tidak lebih dari 30%," sambungnya.

Seperti diketahui saat ini skema pendanaan untuk membangun IKN Nusantara terdiri dari beberapa sumber. Pertama menggunakan alokasi APBN, Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), dan skema pembiayaan dari swasta maupun BUMN/D.

"Jadi ini memang kita harus melihatnya lebih jernih, lebih hati-hati, walaupun niat untuk memanfaatkan aset yang ditinggalkan ini untuk mendanai IKN," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement