Share

Asyik! Warga Kampung Waa Banti Kembali Menikmati Air Bersih dan Listrik

Zuhirna Wulan Dilla, Jurnalis · Selasa 08 Februari 2022 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 470 2544232 asyik-warga-kampung-waa-banti-kembali-menikmati-air-bersih-dan-listrik-bzP5Wdo7G5.jpg Warga Kampung Waa Banti bisa kembali nikmati listrik dan air bersih. (Foto: Freeport Indonesia)

TEMBAGAPURA - Warga Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika kini dapat menikmati fasilitas air bersih dan listrik kembali.

PT Freeport Indonesia (PTFI) didukung Kepala Kampung Waa Banti bersama TNI-POLRI melakukan perbaikan infrasruktur air bersih dan instalasi listrik bagi warga setempat.

Perbaikan jaringan air bersih dan listrik ini mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2021 lalu dan telah rampung pada Desember 2021.

Hasilnya itu sudah bisa dinikmati oleh warga Kampung Waa Banti saat ini.

“Freeport memberi perhatian dan mendukung pembangunan dan perbaikan fasilitas ini agar masyarakat tetap nyaman tinggal di kampung halamannya,” kata Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum dari keterangan resmi yang diterima Okezone.com, Selasa (8/2/2022).

 BACA JUGA:Bos Freeport Buka-bukaan soal Proyek Smelter di Gresik

Nathan Kum menyampaikan, terima kasih kepada pemerintah setempat melalui kepala kampung yang telah membantu sosialisasi kepada warga sebelum pekerjaan dimulai.

Tak lupa, dia juga berterima kasih kepadapihak TNI-POLRI yang telah membantu pengamanan selama pekerjaan berlangsung.

Proyek ini PTFI mengeluarkan biaya USD 500.000 atau lebih dari Rp 7 milyar untuk perbaikan fasilitas air bersih dan listrik.

 BACA JUGA:Smelter Freeport Dibangun, Tiang Pancang Mulai Dipasang

Nathan Kum mengungkapkan, PTFI akan terus bersinergi bersama pemerintah daerah dalam hal meningkatkan kesejahteraan warga sekitar wilayah operasi perusahaan.

“Kami berharap perbaikan fasilitas air bersih dan listrik ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di kampung Lembah Waa Banti,” ucapnya.

Dalam upaya perbaikan infrastruktur air bersih di kampung Waa Banti, ternyata ada tantangan berat yang harus dilalui PTFI.

Di mana tantangan itu yakni, membuat sebuah dam (bak air) di daerah Opitogong yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari perkampungan warga.

Pembuatan dam air ini tidak mudah karena berada di atas bukit dengan kondisi akses jalan yang terjal dan berlumpur.

“Perjalanan para pekerja untuk sampai di dam tersebut membutuhkan minimal 1,5 jam sekali jalan, sehingga ini merupakan tantangan tersendiri,” jelas Group Leader Community Infrastructure PTFI, Rolly Nelwan.

Sementara itu untuk perbaikan instalasi listrik, PTFI melakukan perbaikan generator kapasitas 550 kVA yang berada di area Banti II.

Perbaikan instalasi listrik mencakup perbaikan semua trafo,

pemasangan tiang listrik, serta perbaikan jaringan listrik di dalam rumah warga.

“Banyak sekali jaringan listrik di dalam dan di luar rumah yang rusak sehingga perbaikan membutuhkan waktu dan biaya yang besar,” tambahnya.

Saat ini warga kampung Waa Banti tidak perlu lagi pakai lilin saat malam hari tiba.

Serta bisa melakukan berbagai aktifitas di malam hari.

Dengan adanya air bersih, masyarakat tidak perlu pergi cukup jauh ke sungai untuk mencuci baju, mencuci tempat makan dan mandi.

PTFI berharap listrik dan air bersih yang telah tersedia di kampung Waa Banti dapat dipergunakan dengan baik oleh masyarakat.

Setelah perbaikan ini selesai dilakukan, PTFI tetap akan melakukan pemeliharan peralatan bekerja sama dengan Kontraktor lokal binaan milik putra asli daerah yakni, PT Makmur Namum dan PT Namor Nin Berdikari Papua.

Untuk pengadaan listrik, PTFI juga berkolaborasi dengan YPMAK (Yayasan Pemberdayaan Masyarakat suku Amungme dan Kamoro).

Sebagai informasi, Waa Banti merupakan sebuah kampung yang berlokasi 5 KM dari area operasi PTFI.

Masyarakat kampung Waa Banti sempat meninggalkan kampung mereka pasca adanya gangguan keamanan.

Namun, pada awal tahun 2021 masyarakat sudah kembali naik ke kampungnya di Distrik Tembagapura.

Di sana masyarakat pun sempat mengalami kesulitan air bersih dan listrik pada malam hari karena mayoritas infrastrukur mengalami kerusakan.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini