Share

Chandra Asri, Emiten Taipan Prajogo Pangestu Terbitkan Obligasi Rp1,4 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 278 2547542 chandra-asri-emiten-taipan-prajogo-pangestu-terbitkan-obligasi-rp1-4-triliun-tkYkUquO9C.jpeg Emiten Chandra Asri (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berencana melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap V Tahun 2022 dengan nilai Rp1,4 triliun mulai tanggal 25 Februari 2022 hingga 2 Maret 2022.

Disebutkan bahwa surat utang dengan peringkat idAA- dari Pefindo ini akan ditawarkan dalam 3 seri. Rinciannya, seri A senilai Rp860 miliar berbunga 7,2% dan akan jatuh tempo pada lima tahun sejak penerbitan. Seri B senilai Rp300 miliar dengan bunga 8,1% dan akan jatuh tempo 7 tahun sejak diterbitkan.

Adapun seri C senilai Rp240 miliar dengan bunga 8,8% dengan jatuh tempo 10 tahun sejak penerbitan. Menariknya, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia selaku penjamin emisi surat utang telah menjamin secara kesanggupan penuh atau full commitment penerbitan surat utang ini.

Rencananya, dana bersih yang diperoleh dari hasil Obligasi ini, setelah dikurangi komisi-komisi, biaya-biaya, dan pengeluaran-pengeluaran akan digunakan seluruhnya untuk keperluan modal kerja. Sebagai informasi, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk menghadapi tempaan cukup berat di industri petrokimia.

Akibatnya, margin laba di kuartal III tahun 2021 kemarin tertekan. Meski begitu, TPIA masih mampu mempertahankan tingkat produksi sebesar 92% dan meningkatkan volume produksi sebesar 4,7% secara year on year (yoy).

Volume penjualan TPIA juga tumbuh sebesar 1% yoy. Pertumbuhan penjualan bergerak mendatar akibat dampak meningkatnya kasus Covid-19 yang mendorong beberapa produsen untuk menutup bisnis dan mematuhi pembatasan mobilitas sosial.

Meskipun, harga poliolefin telah menunjukkan kenaikan harga. Namun, margin Oktober 2021 masih mirip dengan kuartal III tahun 2021 yang dapat diperpanjang hingga kuartal IV-2021.

Manajemen TPIA masih melihat prospek yang lebih baik untuk tahun 2022 karena meredanya pandemi Covid-19 yang akan menormalkan permintaan global. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Ignatius Teguh Prayoga dalam riset 3 November 2021 menilai, TPIA masih memiliki landasan yang kokoh untuk terus mengembangkan CAP2.

"Partisipasi saham Thai Oil melalui rights issue menandai tonggak penting CAP dalam usahanya untuk lebih mendominasi pasar petrokimia Indonesia," ujar dia.

Selain itu, TPIA juga bekerja sama dengan Aramco Trading Company untuk memasok hingga 200 KT per bulan yang mencakup 85% dari persyaratan CAP 2 untuk 10 tahun. "Kami mengharapkan penghargaan FEED di 4Q21 sebagai pencapaian berikutnya untuk CAP 2," ujar Teguh dalam riset.

Hingga akhir tahun 2021, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan USD2,53 miliar dengan laba bersih USD214 juta. Sedangkan pada tahun ini, TPIA diperkirakan memiliki pendapatan USD2,82 miliar dengan laba bersih USD218 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini