Share

Hati-Hati! Penipuan Binary Option Berkedok Investasi

Antara, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 622 2547708 hati-hati-penipuan-binary-option-berkedok-investasi-jl9TrKZdpX.jpg Hati-hati penipuan binary option berkedok investasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Masyarakat diminta berhati-hati dengan binary option dan robot trading forex. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat lantaran belakangan ini marak penipuan binary option dan robot trading forex.

"Apabila ditawari investasi, pastikan terlebih dahulu legalitas perusahaan serta produknya," kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot, Selasa (15/2/2022).

Binary option merupakan salah satu bentuk trading online di mana para trader memprediksi atau menebak naik turunnya harga sebuah aset pada jangka waktu tertentu.

Sedangkan, robot trading forex adalah program perangkat lunak otomatis yang memungkinkan pedagang menghasilkan sinyal perdagangan atau memesan, dan mengelola perdagangan di pasar valas.

Sekar mengatakan OJK tidak pernah mengeluarkan izin untuk binary option dan robot trading forex.

"OJK juga tegas melarang bank untuk memfasilitasi binary option dan robot trading forex yang patut diduga mengandung unsur penipuan, perjudian, atau skema ponzi," ujar Sekar.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

OJK juga mengingatkan para influencer agar dalam memasarkan produk dan layanan jasa keuangan, selalu memastikan terlebih dahulu produk dan layanan keuangan tersebut telah memiliki izin (legal) dari lembaga yang berwenang di Indonesia, agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi ilegal.

Sekar menambahkan, untuk aset kripto dan produk perdagangan berjangka komoditas (emas, valas, dan lainnya) bukan merupakan produk atau layanan jasa keuangan yang berizin OJK.

Namun perizinan, pengaturan, dan pengawasannya berada di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini