Share

Bak Roller Coaster, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Global Pulih tapi Tak Merata

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 17 Februari 2022 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 17 320 2548659 bak-roller-coaster-sri-mulyani-sebut-ekonomi-global-pulih-tapi-tak-merata-UM2jyoN1HJ.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai ekonomi global terus pulih. Hal ini disampaikan dalam sambutannya kepada para delegasi dalam 1st FMCBG Indonesia G20 Presidency 2022 hari ini.

"Sejak terakhir kali kita bertemu, ekonomi global terus pulih, tetapi ada faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pemulihan ini," ujar Sri Mulyani, Kamis (17/2/2022). 

Baca Juga: Jelang MotoGP dan G20, Kapolri: Tidak Boleh Ada Letupan Aksi Teror Sekecil Apapun

Faktor-faktor ini termasuk makanan yang lebih tinggi dan harga energi, potensi kenaikan suku bunga, ancaman Covid-19 varian baru, gangguan rantai pasok, bencana alam akibat perubahan iklim, dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

"Setelah kontraksi sebesar 3,3% pada tahun 2020, IMF memproyeksikan bahwa ekonomi global akan tumbuh sebesar 5,9% pada tahun 2021 dan moderat menjadi 4,4% pada tahun 2022," ungkap Sri.

Baca Juga: Sandiaga Uno: G20 Momen Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Seperti yang telah disaksikan hingga saat ini, sambung dia, ekonomi global telah pulih, tetapi pemulihan tidak merata.

"Munculnya varian baru Omicron juga berkontribusi pada peningkatan ketidakpastian dalam ekonomi global, dan seperti varian Covid-19 sebelumnya mempengaruhi negara pada waktu yang berbeda," tambahnya.

Divergensi kapasitas untuk mengatasi pandemi COVID-19, termasuk peluncuran vaksin di seluruh negara, merupakan faktor utama yang menyebabkan pemulihan yang tidak merata. Faktor-faktor ini, sebut Sri, tentu saja akan membentuk lanskap ekonomi global di depan.

"Indonesia telah menjadi Presiden G20 pada saat yang penuh tantangan. Di satu sisi, kita harus menindaklanjuti komitmen kita untuk mengatasi tantangan kesehatan global untuk membantu negara mengelola dampak Omicron dan varian baru lainnya yang mungkin muncul," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini