Share

PLTU Butuh Pasokan 127 Juta Metrik Ton Batu Bara

Athika Rahma, Jurnalis · Jum'at 18 Februari 2022 07:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 18 320 2549146 pltu-butuh-pasokan-127-juta-metrik-ton-batu-bara-bAEY9VCkEd.jpg Pasokan Batu Bara untuk PLTU Lebih Baik. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kebutuhan batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Secara total PLTU masih membutuhkan 127,1 juta metrik ton (MT) batu bara.

Rinciannya, 64,2 juta MT dipergunakan untuk PLTU Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan 62,9 juta untuk Independent Power Producer (IPP).

"Rata-rata kebutuhannya mencapai 10-11 juta MT per bulan," ungkap Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat (17/2/2022).

Baca Juga: Ekspansi ke Tambang Batu Bara, MNC Energy Investments Incar 1,4 Miliar Metrik Ton

Ke depan, kebutuhan batubara domestik diproyeksi akan terus meningkat dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Peningkatan ini terjadi pada sektor pembangkit dan industri. "Dari 165,75 juta ton pada 2022 meningkat menjadi 208,54 juta ton di tahun 2025," ungkapnya.

Pada bulan Januari 2022, produksi batubara telah mencapai 34 juta ton. Sebanyak 13 juta ton telah dimanfaatkan untuk kebutuhan domestic market obligation (DMO) dan 12 juta ton diekspor.

Baca Juga: Pasokan Batu Bara PLN Terus Meningkat, Tahun Ini Butuh 125 Juta Ton

"Pada tahun 2022 dari rencana produksi batu bara 663 juta ton, rencana DMO adalah 166 juta ton," katanya.

Untuk mencegah krisis batu bara terulang, pemerintah tengah mengambil langkah tegas memastikan pasokan batubara untuk PLN pada tahun 2022. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara bersama PT PLN (Persero) telah menyiapkan sistem enforcment real time.

"Sistem ini menggabungkan sistem pengawasan di lapangan dan sistem digital yang langsung terintegrasi dengan sistem informasi manajemen di Ditjen Minerba," kata Arifin.

Apabila terjadi kegagalan loading di lokasi tertentu, sistem ini akan memberikan pemberitahuan atau notifikasi ke sistem Ditjen Minerba dan secara otomatis akan mengirim Surat Peringatan. Dengan demikian dapat dilakukan corrective action secara cepat, tepat dan terukur.

PLN juga telah mengubah kontrak dari flesibilitas menjadi fixed jangka panjang dengan perusahaan produsen batubara sekaligus mengimplementasikan Kepmen ESDM Nomor 139 tahun 2021 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri.

Tak hanya itu, PLN juga telah menyelesaikan masalah volume, logistik, kontrak, pengawasan dan enforcement hingga menambah kapasitas dan kecepatan pembongkaran.

"Volume pasokan batubara ke PLTU milik PLN dari perusahaan tambang termuat dalam persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang wajib dipatuhi oleh perusahaan," tegas Arifin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini