Share

Ekspansi ke Tambang Batu Bara, MNC Energy Investments Incar 1,4 Miliar Metrik Ton

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 10 Februari 2022 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 278 2545182 ekspansi-ke-tambang-batu-bara-mnc-energy-investments-incar-1-4-miliar-metrik-ton-HPwwKnwfPb.jpg PT MNC Energy Investments Tbk incar 1,4 miliar metrik ton. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk yang berganti nama menjadi PT MNC Energy Investments Tbk.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui perubahan bisnis utama IATA, dari yang sebelumnya transportasi udara menjadi perusahaan investasi.

Perseroan mengubah kegiatan usaha utamanya dari perusahaan pengangkutan udara niaga dan jasa angkutan udara, menjadi bidang investasi dan perusahaan induk, khususnya di sektor pertambangan batubara.

 BACA JUGA:Ganti Nama Jadi MNC Energy Investments, Saham IATA Meroket 158%

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, sejalan dengan perubahan nama, MNC Energy Investment resmi menunjuk Presiden Komisaris Utama yang baru dan perubahan bidang usaha guna memanfaatkan sumber daya yang besar.

"Kemudian bidang usahanya sudah berubah menjadi investment company yang pada saat ini memiliki berbagai perusahaan di bawahnya. Kemudian dibentuknya anak usaha yg dimiliki seutuhnya bernama PT Air Transport, hanya dipindah ke bawah jadi anak usaha, kegiatan sama seperti sebelumnya," ujar Hary saat Konferensi Pers IATA di iNews Tower, Jakarta, Kamis (10/2/2022).

Selain itu, Hary menjelaskan bahwa Perseroan juga telah mendapat restu dari pemegang sahamnya untuk mengambil alih 99,33% saham PT Bhakti Coal Resources (BCR) dari PT MNC Investama Tbk (BHIT).

BCR merupakan perusahaan induk dari sembilan perusahaan batubara dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Di antara sembilan IUP yang telah disebutkan, PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC), keduanya sudah beroperasi dan aktif menghasilkan batubara dengan kisaran GAR 2.800 – 3.600 kkal/kg.

Dengan total area seluas 9.813 ha, BSPC memiliki perkiraan total sumber daya 130,7 juta MT, sementara PMC memiliki 76,9 juta MT, dengan perkiraan total cadangan masing-masing sebesar 83,3 juta MT dan 54,8 juta MT.

"Jadi besar sekali kalo sumber dayanya, sudah berproduksi 2,5 juta metrik ton pendapatan 1,1 triliun, sangat profitable dari 2 perusahaan tadi," jelasnya.

 BACA JUGA:IATA Resmi Akuisisi Bhakti Coal Resources USD140 Juta

Menurut Hary total 7 IUP yg baru dua perusahaan akan jalan produksi.

Mulai tahun depan akan memiliki sumber daya 1,4 miliar metrik ton.

"Diharapkan kapasitas produksi tahun 2022, mudah-mudahan kinerja pendapatan perseroan bisa meningkat 3 kali lipat lebih," katanya.

Tahun 2022, harga batubara diprediksi akan terus melejit dampak permintaan yang tinggi dan pasokan yang terus menyusut.

Kenaikan ini tentunya turut mendongkrak harga batubara nasional.

"Dengan berubahnya perseroan bisnis utamanya tambang batu bara nanti dikembangkan juga, arahnya sudah bulat IATA jadi perusahaan batu bara end-to-end," ucapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini