Share

Penyebab Investasi Bodong Kian Marak di Tengah Pandemi, Masyarakat Jangan Cuma Mau Untung Kilat!

Azhfar Muhammad, MNC Portal · Jum'at 18 Februari 2022 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 18 320 2549254 penyebab-investasi-bodong-kian-marak-di-tengah-pandemi-masyarakat-jangan-cuma-mau-untung-kilat-4lxcRPOggG.jpg Masyarakat Diimbau untuk Tidak Mudah Tergiur dengan Untung Investasi Bodong. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA — Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK terus mencegah kegiatan investasi bodong. Satgas pun telah menghentikan beberapa kegiatan usaha tanpa izin dan pihak yang melakukan duplikasi atau mengatasnamakan entitas berizin yang berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing mengungkapkan alasan masyarakat masih melakukan investasi bodong khususya di masa pandemi. Dirinya pun mengimbau untuk wasapada pada penawaran yang ditawarkan investasi bodong tersebut.

Baca Juga: Satgas Waspada Investasi: Binary Option Itu Ilegal karena Bersifat Judi

”Jadi investasi bodong masih marak, sekarang makin banyak khususnya di masa pandemi dan masih kerap terjadi di masyarakat. Di mana mereka sengaja melakukan penipuan bukannya mengembangkan aset masyarakat untuk menambah nilai tambah investasinya, tapi yang terjadi mereka terjebak bahkan tertipu dengan sejumlah tawaran yang ditawarkan dan mereka belum paham,” ujar Tongam, dalam program Power Breakfast IDX Channel, Jumat (18/2/2022).

Tongam menyampaikan, ada dua poin yang menjadi alasan kenapa investasi bodong masih terjadi hingga saat ini. Mulai dari sisi pelaku dan sisi masyarakat yang dipercaya dengan iming-iming benefit atas investasi.

Baca Juga: 5 Sumber Kekayaan Indra Kenz, Crazy Rich Asal Medan yang Bakal Dipolisikan Imbas Kasus Binomo

“Kenapa masih terjadi sebenarnya ada dua sisi yang pertama dari sisi pelaku dan masyarakat, kalau dari pelaku di masa kemajuan digital ini sangat mudah untuk membuat aplikasi situs web/ menawarkan sejumlah penawaran informasi penawaran investasi yang disebar melalui medsos dan platform digital,” ujarnya

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan informasi hingga penawaran dengan cepat dan juga tergiur dengan penawaran yang ditawarkan.

“Ada juga yang pelakunya dari luar negeri ini yang masih menjadi PR dan kami masih sulit untuk memerangi kegiatan ini, dan ini juga bisa kita lihat dari masyarakat kita memang masih kurang literasi keungan. Sehingga termakan dengan iming-iming investasi tinggi mereka ikut dan terjebak,” paparnya.

Di sisi lain sejumlah masyarakat ada yang memahami ilegal, tapi mereka masuk dan memberikan iming-iming untuk menjadi peserta dan merekrut sebanyak orang.

“Itu dia dua hal yang masih menjadi catatan kenapa investasi bodong masih kerap terjadi di maysarakat pedahal kita sudah merilis dari OJK mana yang ilegal mana yang tidak. Masyarakat juga diminta untuk berhati-hati terhadap penawaran investasi melalui media sosial,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini