Share

Wall Street Melemah, Investor Khawatir Ketegangan di Ukraina

Antara, Jurnalis · Sabtu 19 Februari 2022 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 19 278 2549732 wall-street-melemah-investor-khawatir-ketegangan-di-ukraina-U7SaM4xeq2.jpg Wall street melemah. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Wall Street melemah pada hari ini Sabtu (19/2/2022) akibat ketegangan di Ukraina dan peringatan AS.

Konflik itu mendorong investor untuk membuang aset-aset berisiko menjelang akhir pekan yang panjang.

Diketahui, Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 232,85 poin atau 0,68 persen, menjadi menetap di 34.079,18 poin. Indeks S&P 500 tergelincir 31,39 poin atau 0,72 persen, menjadi berakhir di 4.348,87 poin.

 BACA JUGA:Wall Street Galau Usai Keputusan The Fed

Lalu, Indeks Komposit Nasdaq jatuh 168,65 poin atau 1,23 persen, menjadi ditutup di 13.548,07 poin.

Sekitar sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah.

Serta sektor teknologi merosot 1,1 persen, memimpin penurunan.

Untuk sektor bahan pokok konsumen naik 0,11 persen, merupakan satu-satunya kelompok yang naik.

Tercatat bahwa indeks penurunan mingguan untuk minggu kedua berturut-turut diterpa oleh meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Barat atas Ukraina.

Pada minggu ini, indeks S&P 500 turun 1,6 persen, indeks Dow kehilangan 1,9 persen dan indeks Nasdaq jatuh 1,8 persen.​​​​​​​

Nasdaq mengalami penuruna tajam karena ditarik oleh penurunan saham dengan pertumbuhan tinggi, termasuk Apple, Amazon dan Microsoft.

Kemudian, separatis yang didukung Rusia membawa warga sipil ke dalam bus dari daerah-daerah yang memisahkan diri di Ukraina timur.

Serta untuk perkembangan dalam konflik ini, diyakini Barat akan digunakan Moskow sebagai pembenaran untuk invasi habis-habisan terhadap tetangganya.

Tapi Rusia mengatakan kalau mereka tidak berniat menyerang Ukraina.

Bahkan Rusia menyebut kalau Barat telah menyebarkan ketakutan.

Sedangkan ppekulasi tentang langkah Federal Reserve selanjutnya juga membebani ekuitas.

Presiden Bank Fed New York John Williams mengatakan, pada hari sebelumnya untuk menaikkan suku bunga pada Maret, tapi tidak menyebutkan besarnya.

"Ini adalah pasar yang membingungkan, bingung tentang Ukraina, bingung tentang seberapa agresif Fed akan terjadi, dan cukup banyak mengabaikan hasil laba yang sangat kuat dari kuartal keempat," kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York.

Opsi bulanan yang berakhir juga terlihat menambah volatilitas menjelang hari libur pasar AS pada Senin (21/2/2022) untuk Hari Presiden.

Pada Intel Corp tercatat anjlok 5,3 persen ke level terendah sejak 2020.

Itu terjadi setelah perubahan haluan pembuat chip yang gagal mengesankan investor karena khawatir tentang kehilangan pangsa pasarnya.

Sebagai informasi, ada sekitar 78 persen dari 417 perusahaan S&P 500 pada musim pelaporan ini membukukan laba kuartalan di atas perkiraan analis sesuai data Refinitiv.

Di mana ada Roku Inc terperosok 22 persen setelah pendapatan kuartalan platform streaming itu dan prospek kuartal pertamanya mengecewakan.

Dilanjut dengan DraftKings Inc yang ikut anjlok 22 persen setelah perusahaan taruhan olahraga itu memperkirakan kerugian 2022 yang lebih besar dari yang diantisipasi.

Terakhir, volume transaksi di bursa AS mencapai 11,3 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,3 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.​​​​​​​

Serta sektor teknologi merosot 1,1 persen, memimpin penurunan.

Untuk sektor bahan pokok konsumen naik 0,11 persen, merupakan satu-satunya kelompok yang naik.

Tercatat bahwa indeks penurunan mingguan untuk minggu kedua berturut-turut diterpa oleh meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Barat atas Ukraina.

Pada minggu ini, indeks S&P 500 turun 1,6 persen, indeks Dow kehilangan 1,9 persen dan indeks Nasdaq jatuh 1,8 persen.​​​​​​​

Nasdaq mengalami penuruna tajam karena ditarik oleh penurunan saham dengan pertumbuhan tinggi, termasuk Apple, Amazon dan Microsoft.

Kemudian, separatis yang didukung Rusia membawa warga sipil ke dalam bus dari daerah-daerah yang memisahkan diri di Ukraina timur.

Serta untuk perkembangan dalam konflik ini, diyakini Barat akan digunakan Moskow sebagai pembenaran untuk invasi habis-habisan terhadap tetangganya.

Tapi Rusia mengatakan kalau mereka tidak berniat menyerang Ukraina.

Bahkan Rusia menyebut kalau Barat telah menyebarkan ketakutan.

Sedangkan ppekulasi tentang langkah Federal Reserve selanjutnya juga membebani ekuitas.

Presiden Bank Fed New York John Williams mengatakan, pada hari sebelumnya untuk menaikkan suku bunga pada Maret, tapi tidak menyebutkan besarnya.

"Ini adalah pasar yang membingungkan, bingung tentang Ukraina, bingung tentang seberapa agresif Fed akan terjadi, dan cukup banyak mengabaikan hasil laba yang sangat kuat dari kuartal keempat," kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York.

Opsi bulanan yang berakhir juga terlihat menambah volatilitas menjelang hari libur pasar AS pada Senin (21/2/2022) untuk Hari Presiden.

Pada Intel Corp tercatat anjlok 5,3 persen ke level terendah sejak 2020.

 BACA JUGA:Wall Street Meroket Ditopang Kenaikan Saham Teknologi

Itu terjadi setelah perubahan haluan pembuat chip yang gagal mengesankan investor karena khawatir tentang kehilangan pangsa pasarnya.

Sebagai informasi, ada sekitar 78 persen dari 417 perusahaan S&P 500 pada musim pelaporan ini membukukan laba kuartalan di atas perkiraan analis sesuai data Refinitiv.

Di mana ada Roku Inc terperosok 22 persen setelah pendapatan kuartalan platform streaming itu dan prospek kuartal pertamanya mengecewakan.

Dilanjut dengan DraftKings Inc yang ikut anjlok 22 persen setelah perusahaan taruhan olahraga itu memperkirakan kerugian 2022 yang lebih besar dari yang diantisipasi.

Terakhir, volume transaksi di bursa AS mencapai 11,3 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,3 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.​​​​​​​

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini