Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kacau! 1,1 Juta Kg Minyak Goreng Sengaja Ditimbun

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Minggu, 20 Februari 2022 |10:39 WIB
Kacau! 1,1 Juta Kg Minyak Goreng Sengaja Ditimbun
Sidak di salah satu Gudang Minyak Goreng Deliserdang (Foto: Wahyudi/MPI)
A
A
A

MEDAN - Terungkap gudang menimbun minyak goreng 1,1 juta kg di Deliserdang, Sumatera Utara. Satuan Tugas (Satgas) Pangan Sumatera Utara menyebut minyak goreng yang ditemukan di salah satu gudang di wilayah Tanjung Morawa sengaja ditimbun oleh produsennya.

Produsen enggan memasok minyak goreng ke pasar karena tak mau merugi jika menjual dengan harga yang ditetapkan pemerintah yakni Rp14 ribu.

"Iya sengaja ditimbun. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan manajemen mereka di Jakarta dan mereka memang sengaja menimbun," kata Kepala Biro Perekonomian Pempov Sumatera Utara, Naslindo Sirait, dikutip Minggu (20/2/2022).

"Meski begitu saya sudah meminta agar minyak goreng itu segera didistribukan ke masyarakat yang kini kesulitan mendapatkan minyak goreng," tambahnya.

Naslindo menyatakan jika ia telah menegaskan kepada produsen minyak goreng itu untuk mengikuti mekanisme yang telah disediakan Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan. Utamanya perihal selisih harga yang disubsidi pemerintah.

"Mereka khawatir rugi. Tapi saya tegaskan bahwa mereka bisa memanfaatkan mekanisme klaim selisih harga itu. Kan mekanismenya sudah jelas," sambung Naslindo.

Naslindo memaparkan, temuan penimbunan minyak goreng itu berhasil mereka lakukan setelah mereka turun langsung ke pasar untuk memeriksa terjadinya kelangkaan minyak goreng di masyarakat.

"Kita memang temukan ada kelangkaan. Itu makanya kita telusuri dan kita menuju ke arah Deliserdang di Tanjung Morawa dan menemukan penimbunan minyak goreng itu. Jadi penimbunan itu memang atas perintah manajemen mereka di Jakarta," tukasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement