Share

Percepat Transisi, Menteri ESDM: Hidrogren Jadi Sumber Energi Bersih RI

Athika Rahma, Jurnalis · Rabu 23 Februari 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 320 2551690 percepat-transisi-menteri-esdm-hidrogren-jadi-sumber-energi-bersih-ri-sqRW0zoJ3w.jpg Menteri ESDM Arifin Tasrif (Foto: Dok Kementerian ESDM)

JAKARTA - Pemerintah mendorong hidrogen menjadi salah satu sumber energi (energy carrier) yang potensial dalam percepatan transisi energi di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan bahwa, hidrogen masuk sebagai salah satu strategi utama Pemerintah dalam menjalankan peta jalan (roadmap) menuju netral karbon di tahun 2060. Hidrogen dapat dimanfaatkan untuk mendorong transisi energi di sektor industri maupun transportasi.

"Jadi strategi utama yang akan dilakukan menuju netral karbon di sisi supplai antara lain melalui pengembangan energi terbarukan secara masif dengan fokus pada pembangkit listrik tenaga surya, hidro dan panas bumi serta hidrogen," ujar Arifin, Rabu (22/2/2022).

Arifin mengakui terdapat sejumlah tantangan mengembangkan energi ini, diantaranya bagaimana membuat hidrogen layak secara ekonomi, menarik secara finansial, dan bermanfaat untuk masyarakat.

"Kami akan terus mengikuti tren teknologi hidrogen dan membuka peluang untuk berkolaborasi dalam implementasi hidrogen," harapnya.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana secara teknis mengungkapkan rencana hidrogen untuk masuk ke sektor industri maupun transportasi. Pemanfaatan hidrogen ini tidak menggunakan teknologi fuel cell, tetapi memakai teknologi pembakaran internal yang biasa digunakan oleh kendaraan bermotor.

Sementara dari sisi permintaan (demand), pemerintah tengah menerapkan manajemen energi, penggunaan kompor listrik serta mempercepat pemanfaatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

"Salah satunya dengan menjalin kesepakatan dengan pemerintah Korea mengenai Pilot Project Charging System for Electric Vehicle yang akan menciptakan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk teknologi industri sistem charging kendaraan listrik," katanya.

Saat ini, Indonesia sedang mengembangkan simulasi strategi jangka panjang menuju Net Zero Emission pada tahun 2060. Hal ini mendukung komitmen Indonesia pada Paris Agreement untuk mencapai penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29% pada tahun 2030, dan kontribusi sektor energi pada Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 314 juta ton CO2e.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini