Share

Hilirisasi SDA Tekan Impor, Ini 3 Langkah Erick Thohir

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 23 Februari 2022 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 320 2551694 hilirisasi-sda-tekan-impor-ini-3-langkah-erick-thohir-FJFqt1Us0J.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa hilirisasi sumber daya alam (SDA) akan menekan ketergantungan impor Indonesia terhadap produk-produk asing. Maka itu, upaya penguatan hilirisasi SDA terus diperkuat.

Erick menjelaskan bahwa inisiatif strategi yang dilakukan pemerintah melalui perusahaan pelat merah untuk membangun hilirisasi SDA di dalam negeri. Inisiatif tersebut diantaranya, pembangunan smelter, pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC), dan gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).

"Hilirisasi sumber daya alam sangat penting untuk mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri karena mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Bersama Holding BUMN Industri Pertambangan, kami melakukan inisiatif antara lain pembangunan smelter, pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC), dan gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME)," ujar Erick melalui akun instagramnya, Rabu (23/2/2022).

Ihwal pembangunan Smelter, PT Freeport Indonesia (PTFI) baru saja membangun fasilitas pengolahan hasil tambang tersebut. Pembangunan smelter Freeport Indonesia menjadi yang terbesar di dunia pun sudah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun nilai investasi sebesar Rp42 triliun yang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Provinsi Jawa Timur. Dalam pembangunan itu, PTFI menggandeng PT Chiyoda International Indonesia untuk melakukan pekerjaan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) di tahap konstruksi.

Proses pembangunan smelter ini diperkirakan membuka lapangan pekerjaan 40.000 tenaga kerja (secara kumulatif) yang direkrut melalui perusahaan kontraktor. Di mana PTFI juga akan mendorong perusahaan kontraktor agar memaksimalkan perekrutan masyarakat lokal untuk mengisi bidang-bidang pekerjaan tertentu

Sementara Indonesia Battery Corporation diresmikan pada Jumat 26 Maret 2021 lalu.

Erick menyebut, pendirian holding ini untuk penguatan ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Industri ini dirancang agar bisa bersaing dengan negara-negara maju di dunia, seperti China, Amerika Serikat (AS), dan Korea.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

IBC atau Indonesia Battery Holding (IBH) merupakan konsorsium BUMN yang akan dibentuk untuk mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Untuk mempercepat gasifikasi batu bara, pemerintah melalui Pertamina, PTBA dan perusahaan asal Amerika Serikat Air Products & Chemical Inc., telah menandatangani Processing Service Agreement pada 2021 lalu

Kementerian BUMN pun mencatat, gasifikasi batu bara juga memiliki nilai tambah langsung bagi makro ekonomi Indonesia. Proyek ini dapat mendukung neraca perdagangan, mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, hingga menghemat cadangan devisa.

Penghematan cadangan devisa diperkirakan mencapai Rp9,7 triliun. Proyek gasifikasi batu bara yang ditopang oleh Bukit Asam, Pertamina dan Air Product ini akan memastikan ketahanan energi nasional dan juga menjadi motor penggerak industri energi agar mampu beroperasi optimal.

"Selain akan menciptakan nilai tambah produk, multiplier effect-nya akan menciptakan berbagai peluang usaha lainnya. Mendatangkan investasi, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga akhirnya meningkatkan taraf hidup masyarakat," ungkap Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini