Share

Kisah Wanita Dilarang Kerja di Gojek karena Kantornya Dulu Jelek, Nadiem Sampai Turun Tangan

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Jum'at 25 Februari 2022 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 455 2552926 kisah-wanita-dilarang-kerja-di-gojek-karena-kantornya-dulu-jelek-nadiem-sampai-turun-tangan-AMwluN6KwW.JPG Alamanda Shantika. (Foto: TikTok/AlamandaShantika)

JAKARTA – Kisah Alamanda Shantika yang sempat dilarang bekerja di Gojek karena kondisi kantornya dulu yang belum bagus atau jelek.

Hal ini diakui Alamanda Shantika dalam video singkat yang diunggah di akun media sosial pribadinya.

Sebagai informasi, melansir berbagai sumber, Jumat (25/2/2022), Alamanda Shantika pernah menjabat sebagai Vice President of Product di Gojek.

 BACA JUGA:Gojek Gandeng Yayasan Bina Wisata Ubud, Dukung UMKM Makin Maju

Kini, dia merupakan Founder dan Presiden Direktur Binar Academy.

Lalu, Alamanda menceritakan awal mula kisahnya saat bergabung dengan Gojek.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Jadi pas app kita udah launch, aku ajak mama ke kantor Gojek nih. Terus mama bingung gitu kayak ini kantornya jelek banget kan, kantor rumahan banget udah gitu rumah tua mau ambruk,” kata Alamanda di akun TikToknya @alamandashantika, dikutip Jumat (25/2/2022).

Melihat kondisi kantor anaknya, lantas mama Alamanda menanyakan kembali keseriusan anak perempuannya itu untuk bergabung dengan Gojek.

“Sempat bilang kayak beneran kamu mau ngurusin tukang ojek?” ujarnya.

Bahkan, Alamanda pun sempat bilang kepada Nadiem Makarim terkait kekhawatirannya yang dilarang untuk bergabung dengan Gojek.

“Waktu itu bilang ke Nadiem, kayaknya nyokap gua nggak bolehin gua nih. Karena dia agak insecure lah sama Gojek,” ucapnya.

 BACA JUGA:Gojek dan Nadiem Makarim Digugat Rp24,9 Triliun, Kenapa?

Namun, Nadiem memberikan masukan yang bisa membuat Alamanda yakin untuk bergabung dengan Gojek.

Di mana, Nadiem mengatakan bahwa ada tujuan yang lebih besar di sini, yakni dampak sosial.

Artinya, tidak hanya sekadar mengejar materi.

“Awal-awal tuh kita cuman punya 300 driver. Dia (Nadiem) bilang suatu saat nanti kita mungkin akan punya lebih dari 1 juta driver, dan bayangin 1 juta driver itu hidupnya itu bergantung pada kita setiap harinya. Kalau dalam hidup ini yang lu kejar itu cuma materi, itu nggak akan ada habisnya,” jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini