Share

2 Bendungan Bernilai Triliunan Rupiah Ditargetkan Selesai Agustus 2022

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 25 Februari 2022 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 470 2552938 2-bendungan-bernilai-triliunan-rupiah-ditargetkan-selesai-agustus-2022-RrC8Ypjq27.jpg Pembangunan dua bendungan di Sultra (Foto: Antara)

JAKARTA - Pembangunan dua bendungan di Sulawesi Utara ditargetkan rampung tahun 2022. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan tersebut diharapkan dapat menjadi pengendali bajir di kota Manado dan Sekitarnya untuk debit 470 m3/detik.

"Progres pembangunan Bendungan Kuwil saat ini sudah 76% dan kira-kira bulan Agustus 2022 sudah bisa diisi air (impounding). Satu lagi bendungan di Sulawesi Utara yang akan selesai di tahun 2022 adalah Bendungan Lolak dengan progres yang lebih besar 89%," kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Kamis (24/2/2022).

Di samping pengendalian banjir, Bendungan Kuwil Kawangkoan juga bermanfaat bagi penyediaan air baku untuk Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Bitung dan Kawasan Ekonomi Khhsus (KEK) Bitung sebesar 4.500 liter/detik, PLTM dengan kapasitas 2 x 0,70 MW serta pengembangan pariwisata.

Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,4 juta m3 dan luas genangan 139 hektare. Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun, yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi.

Untuk paket pertama, pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya - DMT (KSO), paket dua dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Tbk, dan paket ketiga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya - PT. Nindya Karya (KSO).

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Komang Sudana mengatakan, saat ini pekerjaan utama yang dilaksanakan di Bendungan Kuwil Kawangkoan adalah penyelesaian tubuh bendungan/main dam.

"Kemudian ada penataan kawasan, penutupan terowongan dan nanti terakhir pekerjaan hidromekanikal," sambung Komang.

Sementara untuk Bendungan Lolak memiliki luas area genangan 97,5 hektar, yang direncanakan saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt.

"Kami targetkan Mei 2022 mulai impounding (untuk bendungan Lolak)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini