Share

Tak Mau Kecolongan, Mendag Siap Pantau Pedagang Minyak Goreng Nakal

Azhari Sultan, Okezone · Sabtu 26 Februari 2022 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 320 2553421 tak-mau-kecolongan-mendag-siap-pantau-pedagang-minyak-goreng-nakal-dJGKYcWTVR.jpg Mendag siap pantau pedagang minyak goreng nakal. (Foto: Okezone)

JAMBI - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi mengatakan, akan memantau harga minyak goreng di pasar agar tak ada yang jual lebih dari HET (harga eceran tertinggi).

Bahkan, dia masih menemukan adanya harga migor curah yang tidak sesuai dengan HET.

"Ini biasanya kesalahan dari distributor dan riteler yang mencampur dengan harga lama. Tetapi, dalam seminggu ke depan, saya yakin harga sesuai dengan eceran yang tertinggi sesuai yang ditetapkan kementerian perdagangan," katanya saat meninjau penjualan minyak goreng di Pasar Tradisional Angsoduo Baru, Jambi.

 BACA JUGA:Operasi Pasar Murah, Wali Kota Palangka Raya Tambah Subsidi Harga Minyak Goreng Rp3.000 Per Liter

Menurutnya, stok minyak goreng di Indonesia boleh dikatakan melimpah.

Sesuai dengan data domestik market obligation (DMO), Kamis (24/2), 190 juta liter minyak goreng tersedia. Sedangkan kini diperkirakan mencapai 200 juta liter.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Jadi, CPO dengan domestik obligation dikatakan melimpah. Kita akan memecah masalah dari distribusinya jangan sampai menjadi kebingungan harga lama dan baru," tuturnya.

Dia mengingatkan produsen dan distributor minyak goreng jangan memainkan harga, karena satgas ketahanan pangan akan memantau.

"Saya ingatkan lagi jangan ada pemain yang menyalahgunakan harga minyak goreng. Yang berjualan secara online, juga akan kita pantau terus. Kita juga akan kerahkan satgas pangan untuk memastikan bahwa barang ada, dan harga terjangkau," pintanya.

BACA JUGA:Pengakuan Mendag soal Harga Minyak Goreng Belum Rata di Pasar 

Dia juga mengklaim, distribusi minyak goreng di Jambi sudah sesuai dengan Kementerian Perdagangan RI.

Selain itu, tidak ada antrean panjang untuk membeli produk itu.

"Ternyata angka di dashboard Kementerian Perdagangan dan di lapangan angkanya cocok. Dan juga barangnya ada. Yang pastinya tidak ada antrian panjang pembeli minyak goreng jadi bisa dijaga untuk kondisinya," ucapnya.

Lalu, seorang pedagang minyak goreng Ayong di Pasar Tradisional Angsoduo Baru, mengaku mendapatkan stok minyak goreng yang berlimpah dari biasanya.

"Ini semua baru datang, dan kami hari ini dapat 40 dus minyak goreng," ungkapnya.

Dia bahkan heransaat Menteri Perdagangan RI datang, stok minyak goreng malah melimpah.

"Paling banyak biasanya kami dapat 10 dus. Kadang 8, malah kadang tak dapat," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini