Share

Disanksi Barat, Putin Balas dengan Larangan Transfer Valas ke Luar Rusia

Antara, Jurnalis · Selasa 01 Maret 2022 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 01 320 2554431 disanksi-barat-putin-balas-dengan-larangan-transfer-valas-ke-luar-rusia-sNOFezYV0z.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Okezone.com/Reuters)

MOSCOW - Presiden Vladimir Putin melarangan pinjaman valuta asing dan transfer oleh warga Rusia ke luar negeri sebagai pembalasan atas sanksi ekonomi yang dikenakan Barat kepada Moskow.

Presiden Rusia itu juga menandatangani undang-undang yang memerintahkan seluruh perusahaan pengekspor untuk menjual 80% dari pendapatan devisa mereka yang dibuat sejak 1 Januari di pasar.

Baca Juga: Investasi Emas Semakin Menarik, Harganya Naik hingga USD13,1

Demikian diumumkan Kremlin pada Senin (Selasa pagi WIB). Dikutip dari Antara, Selasa (1/3/2022).

Larangan itu dilakukan Moskow setelah Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan bahwa Inggris akan mengunci Sberbank Rusia dari kliring sterling dan menjatuhkan sanksi pada tiga bank lain.

Liz Truss juga mengatakan bahwa akan ada pembekuan aset penuh pada pemberi pinjaman Rusia dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina, Ini Daftar 5 Perusahaan yang Kena Getahnya

Pemerintah Inggris juga meminta warganya untuk tidak melakukan semua perjalanan ke Rusia dan memerintahkan otoritas pelabuhan di negara itu untuk melarang kapal apa pun milik Rusia guna meningkatkan tekanan terhadap Moskow.

Mata uang Rubel Rusia jatuh tajam pada perdagangan Senin pagi. Bank Sentral Rusia menaikkan lebih dari dua kali lipat suku bunga utamanya menjadi 20 persen sebagai langkah darurat setelah Barat memberlakukan sanksi ekonomi lebih lanjut selama akhir pekan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ini termasuk keputusan Barat untuk membekukan cadangan mata uang utama Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sanksi Barat ini berpotensi menghancurkan stabilitas keuangan negara itu.

“Kartu Bank Rusia saya tidak berfungsi lagi. Saya juga ingin menukar rubel yang saya miliki dengan uang tunai, tetapi nilai tukarnya sangat buruk sehingga tidak ada gunanya”, kata Katya, Warga Kota Moskow, kepada The Independent

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini