JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewaspadai risiko bencana alam. Hal ini dikarenakan posisi Indonesia yang berada di area cincin api Pasifik.
"Negara kita terletak pada area cincin api Pasifik, apa artinya? Kita memiliki risiko bencana cukup tinggi dan tidak dapat diprediksi. Terjadinya bencana sendiri menimbulkan dampak kerugian tidak hanya dari sisi kemanusiaan, namun juga perekonomian," ujar Sri dalam akun Instagramnya di Jakarta, Selasa (1/3/2022).
Sebagai bentuk persiapan penanggulangan bencana yang komprehensif dan memadai dari segi pendanaan, pemerintah telah menyiapkan dana cadangan bencana. Salah satunya, setiap tahun APBN mengalokasikan Dana Siap Pakai yang digunakan untuk kebutuhan tanggap darurat pada saat terjadinya bencana.
"Pada tahun 2021 dana APBN tersebut mencapai Rp3,9 Triliun. APBN juga memberikan hibah kepada Daerah melalui Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang telah tersalurkan sebesar Rp9,71 Triliun sepanjang 2015 - 2021 kepada 387 pemerintah daerah," ungkap Sri.
Dia mengatakan bahwa penting diketahui bahwa tahun lalu pemerintah menyiapkan langkah terobosan dengan penyiapan Pooling Fund Bencana (PFB) sebagai sentral strategi pendanaan risiko bencana. Sumber pendanaan PFB dicadangkan dari APBN, APBD, dan sumber lain yang sah dan bertujuan untuk mendanai penanggulangan bencana sekaligus mengurangi risiko bencana.