Share

Emak-Emak Ngamuk! Minyak Goreng Masih Langka dan Mahal

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2022 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 320 2555787 emak-emak-ngamuk-minyak-goreng-masih-langka-dan-mahal-ymLqRw25L1.jpg Emak-emak ngamuk, minyak goreng masih langka dan mahal. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seorang emak-emak ngamuk karena minyak goreng masih saja langka.

Diketahui, kejadian itu terjadi supermarket Naga Swalayan, Pondok Gede, Jawa Barat.

Di mana emak-emak bernama Amel (40) mengaku sudah tidak menemukan minyak goreng kemasan sejak kemarin di beberapa ritel modern yang dikunjunginya.

"Tidak nemu dari kemarin, kehabisan terus, toko lain sama, saya tadi ke Hypermart tidak ada, terus kesini (Naga Swalayan) juga sudah kehabisan," ujar Amel kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (3/3/2022).

 BACA JUGA:Harga Minyak Goreng Dijual Mahal, Ini Alasan Pedagang

Amel berharap ada upaya tindak lanjut dari pemerintah untuk segera mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.

"Jangan disusahin lah, mentang-mentang harganya minyak goreng murah kok malah susah, kan kita juga butuh," pintanya.

Pengunjung lain bernama Shinta juga menilai saat ini mencari minyak goreng cukup susah.

"Biasanya di Hypermart, TipTop, atau di Naga Swalayan, tapi sekarang tidak pernah ada, sudah bangat," bebernya.

 BACA JUGA:Minyak Goreng Masih Langka, Ini Kata Kemendag

Shinta sendiri mengaku sudah mencari minyak goreng sejak hari Selasa yang lalu, namun barang yang dicari selalu sudah habis terjual.

Ketika menanyakan kepada para petugas pun semua sama menjawab bahwa minyak goreng belum datang kembali.

"Makanya saya juga bingung nih kalau untuk dirumah, paling tidak ada goreng-gorengan lah untuk sementara, katanya murah, tapi barangnya tidak ada," lanjutnya.

Kemudian, pengunjung lainnya bernama Maya (49) menyebut, saat ini cukup sulit untuk mencari minyak goreng, baik itu di pasar tradisional maupun di ritel modern.

"Di Naga Swalayan kosong, Alfamart, Indomaret juga kosong," ungkapnya.

Maya mengaku sudah seminggu mencari minyak goreng, namun ketersediaan minyak tersebut di pasar ritel modern cukup terbatas.

Sedangkan kalaupun ada di toko kelontong harga minyak goreng masih mahal.

"Alternatif lain paling masaknya dipepes," ucapnya.

Sebagai informasi, kelangkaan minyak goreng kemasan masih terjadi walaupun Kementerian Perdagangan sudah mengambil kebijakan DMO (Domestik Market Obligation) dan DPO (Domestik Product Obligation) sebagai upaya menstabilkan ketersediaan minyak goreng.

Disamping itu, upaya pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng juga tertuang dalam Permendag Nomor 6 Tahun 2022 melalui HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan oleh pemerintah untuk beberapa jenis minyak goreng.

Pada Pasal 3 Permendag tersebut dijelaskan untuk minyak goreng curah, pemerintah menetapkan harga tertingginya Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premiun Rp14.000 per liter.

Sayangnya, minyak goreng tersebut masih menjadi barang langka bagi masyarakat.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini