Share

Ingat! Penumpang KA Jarak Jauh Belum Vaksin Lengkap Wajib Tunjukkan Hasil Antigen-PCR

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Kamis 10 Maret 2022 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 320 2559332 ingat-penumpang-ka-jarak-jauh-belum-vaksin-lengkap-wajib-tunjukkan-hasil-antigen-pcr-niqejj0WHp.jpg Penumpang KA Jarak Jauh belum vaksin lengkap wajib tunjukkan hasil tes antigen/PCR. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) menyampaikan kalau hasil tes antigen masih diperlukan untuk penumpang KA Jarak Jauh yang belum divaksin secara lengkap.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022 tentang Petunjuk Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19 yang mulai diterapkan pada 8 Maret 2022.

 BACA JUGA:Berlaku Mulai Hari Ini, Penumpang KA Jarak Jauh Tak Perlu Tes Antigen dan PCR

Karena pembebasan persyaratan antigen dan PCR bagi penumpang kereta api jarak jauh yang sudah mendapatkan vaksin dosis dua dan booster (vaksin dosis 3).

“Penumpang hanya perlu dipersyaratkan memiliki aplikasi PeduliLindungi. Bagi penumpang kereta api jarak jauh yang baru menerima vaksinasi dosis pertama tetap harus memiliki bukti hasil negatif tes antigen (1x24 jam) atau RT-PCR (berlaku 3x24 jam) untuk dapat melakukan perjalanan,” tulis Kemenhub dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (10/3/2022).

Untuk penumpang KA Perkotaan (KA Lokal dan Komuter atau KRL) tidak dipersyaratkan untuk menunjukkan hasil negatif tes antigen maupun PCR, hanya cukup menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan.

“Namun bagi pelaku perjalanan komuter dalam wilayah aglomerasi yang tidak bisa menunjukkan aplikasi PeduliLindungi, diwajibkan untuk menunjukkan sertifikasi vaksinasi COVID-19 (minimal dosis pertama),” jelasnya.

 BACA JUGA:Libur Hari Raya Nyepi, Penumpang KA Jarak Jauh di Bawah 50%

Penyesuaian lainnya, terkait peningkatan kapasitas angkut untuk kereta api jarak jauh disesuaikan menjadi 100%, sementara untuk kereta api perkotaan di wilayah aglomerasi disesuaikan dengan level PPKM daerahnya.

“Bagi kereta perkotaan yang beroperasi di wilayah dengan level PPKM 3 dan 4, kapasitas angkut penumpang dapat disesuaikan menjadi 70%. Sementara bagi kereta perkotaan di wilayah dengan level PPKM 1 dan 2, kapasitas angkut penumpang menjadi paling banyak 100%,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Zulmafendi mengimbau seluruh jajaran UPT di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk mengawasi pelaksanaannya.

Zulmafendi berharap agar operator-operator yang terlibat langsung dalam pelayanan angkutan kereta api dapat secara aktif mensosialisasikan perubahan aturan ini untuk mencegah kebingungan di masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini