Share

Hanya 20% Perempuan yang Bisa Jadi Bos di 2.200 Perusahaan Besar Dunia

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 11 Maret 2022 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 278 2560127 hanya-20-perempuan-yang-bisa-jadi-bos-di-2-200-perusahaan-besar-dunia-EwqEZd49Gf.jpg BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Risa E. Rustam mengemukakan bahwa hanya 20% perempuan yang mengisi jajaran manajemen pada 2.200 perusahaan berkapitalisasi tertinggi di negara-negara G20.

Sementara itu, posisi direksi yang diisi perempuan hanya mencakup 5,5% dan 3,5% di level CEO. β€œIni menunjukkan perempuan kurang terwakili di seluruh jenjang perusahaan. Situasi yang tidak banyak berubah selama beberapa dekade terakhir,” kata Risa.

Situasi ini diperburuk dengan pandemi yang terjadi.

Laporan McKinsey memperlihatkan bahwa perempuan 1,8 kali lebih rentan kehilangan pekerjaan dibandingkan dengan laki-laki karena kesenjangan di berbagai sektor industri. Sebagian besar perempuan bekerja di sektor yang rentan dengan upah yang lebih rendah.

Di sisi lain, partisipasi perempuan di usia produktif dalam angkatan kerja cenderung masih rendah.

Risa mengatakan, hanya sekitar 54% perempuan usia produktif yang bekerja, sementara keikutsertaan laki-laki mencapai 82% mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).

β€œAngka ini tidak banyak berubah dalam 20 tahun terakhir meskipun ada perbaikan tingkat pendidikan perempuan di Indonesia. Namun hal ini tidak memberikan kesempatan kepada perempuan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” lanjutnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Global Compact Network (ICGN), Josephine Satyono mengatakan, sektor bisnis harus berpartisipasi dalam mencapai target kesetaraan gender SDGs. Disampaikannya, perusahaan yang berkomitmen pada keikutsertaan perempuan lebih berpeluang memiliki kinerja baik daripada pesaingnya.

β€œHarus ada target ambisius untuk mencapai kesetaraan gender. Bisnis memainkan peran yang penting dalam mencapai target SDGs. Perusahaan yang berinvestasi pada perempuan dan mendukung keikutsertaan perempuan dalam proses perumusan kebijakan, dan berkomitmen pada pemberdayaan perempuan, cenderung memiliki kinerja yang melampaui pesaingnya. Ini baik untuk bisnis,” kata Josephine.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini