Share

Wapres Pantau Stok Pangan di Gudang Bulog, Aman Pak?

Suparjo Ramalan, iNews · Jum'at 11 Maret 2022 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 320 2559936 wapres-pantau-stok-pangan-di-gudang-bulog-aman-pak-4S4pPiCM8p.jpg Stok beras bulog (Foto: Antara)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin melakukan pengecekan stok pangan menjelang Ramadhan 2022. Wapres mendatangi komplek pergudangan milik Perum Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (11/3/2022).

Ma'ruf Amin didampingi Direktur Utama Bulog Budi Waseso atau Buwas. Dalam kesempatan itu, Wapres juga meninjau fasilitas teknologi pangan yang dimiliki lembaga pengelola pangat tersebut.

"Dengan dilengkapi gudang-gudang pangan, Perum Bulog dengan mesin RTR (rice to rice) ini, maka kemampuan ketersediaan pangan dalam jangka waktu yang panjang juga sudah bisa kita penuhi," ujar Ma'ruf Amin dalam kunjungan tersebut.

Hingga akhir 2021, stok beras Bulog tercatat mencapai 1.002.771 ton. Jumlah itu terdiri dari 997.157 ton cadangan beras pemerintah (CBP) dan komersial 5.614 ton.

Adapun penyerapan beras dalam negeri hingga akhir Oktober 2021 mencapai 1,31 juta ton. Adapun seluruh beras ini sudah tersebar di Gudang Bulog di seluruh Indonesia.

Bulog memastikan tetap melakukan tugasnya dalam menyerap gabah atau beras dari petani dalam negeri sebagai cadangan beras pemerintah . Bulog juga menjamin bahwa pasokan beras di seluruh Indonesia dalam kondisi aman.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kita sudah melihat sendiri saat ini bagaimana Bulog mampu menyediakan kebutuhan pokok, khususnya beras dan daging yang ditugaskan pemerintah dalam jumlah yang cukup atau aman. Stok pangan ini juga tersedia merata di seluruh unit gedung Bulog di seluruh Indonesia," kata Wapres.

Senada, Buwas menjelaskan sejak diberlakukan modernisasi pada 2020 lalu dan penempatan yang ditujukan ke daerah-daerah yang menjadi sentra produksi beras, sehingga kualitas beras perum Bulog terjamin.

Dia juga memastikan penyaluran pangan pada situasi darurat untuk mengatasi adanya lonjakan permintaan bisa diantisipasi secara dini.

"Kami sudah mempersiapkan dengan sebaik mungkin positioning Perum Bulog dari beberapa tahun sebelumnya, sehingga saat ini Perum Bulog sudah sangat siap menjalankan tugasnya sebagai operator utama guna menjalankan penugasan dari Badan Pangan Nasional," ungkap Buwas.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini