Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Segera Impor Kedelai dari 3 Negara Ini, Harga Tahu Tempe Turun?

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Jum'at, 11 Maret 2022 |16:41 WIB
Indonesia Segera Impor Kedelai dari 3 Negara Ini, Harga Tahu Tempe Turun?
Indonesia segera impor kedelai dari 3 negara ini. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Perum Bulog tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara untuk mengimpor kedelai.

Adapun negara yang masuk dalam daftar Bulog di antaranya Thailand, Brazil, dan Amerika Serikat (AS).

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyebut pihaknya masih melakukan pemetaan baik di sisi kebutuhan pengrajin di dalam negeri hingga harga yang ditawarkan negara mitra.

 BACA JUGA:Strategi Kementan Siapkan Kedelai di Tengah Lonjakan Harga Impor

Artinya, belum ada negara yang difinalisasikan Bulog sebagai negara importir.

"Kita menjajakinya, dari Thailand, Brazil, Amerika, semuanya sedang kita jajaki. Nah sekarang kita sedang memetakan, mana yang lebih cepat dan murah. Ini sudah (dijajaki). Kita sedang menghitung sebenarnya kebutuhannya berapa sih. Nah kita sedang berupaya mana yang tercepat dan mana yang termurah," ungkapnya, Jumat (11/3/2022).

Rencana impor kedelai sejalan dengan penugasan yang diterima Bulog dari pemerintah.

Dia mencatat, proses penugasan itu masih pada tahap proses.

Sambil menunggu pemerintah memfinalisasi penugasan tersebut, pihaknya terus menghitung idealnya kebutuhan kedelai di dalam negeri yang harus terpenuhi.

Dia mencatat, kurang lebih kebutuhan kedelai dari perajin tahu dan tempe dalam setahun mencapai 3 juta -3,5 juta ton.

 BACA JUGA:Kedelai Mahal, Harga Tahu-Tempe Diatur Menteri? Selengkapnya Hanya di iNews Sore

Sementara, hasil produksi dalam negeri relatif di kisaran 1 juta ton. Artinya, Bulog harus memperoleh 2,5 juta ton untuk memenuhi kebutuhan perajin.

"Jadi sisinya 2,5 juta ton impor. Harapannya step by step, meningkat produksi dalam negeri sehingga kedelai itu akan dipenuhi dalam negeri, ini kita harapkan dan kita percayakan," tuturnya.

Bulog memang dituntut ikut melakukan stabilisasi harga kedelai melalui penyediaan pasokan dengan harga yang terjangkau di pasar.

Opsi pengadaan kedelai baik lewat serapan dalam negeri maupun impor pun terbuka.

Hanya saja, pemerintah belum memutuskan kebijakan teknis yang ditempuh untuk ditugaskan kepada Bulog.

"Bagaimana meningkatkan produksi kedelai dalam negeri? Perlu saya sampaikan kedelai dalam negeri itu lebih cocok dan bagus di kalah dibuat untuk tahu, tempe itu bagusnya dari produksi impor karena kedelainya besar-besar. Mentan sudah berupaya itu dan sekarang beliau sedang memetakan wilayah-wilayah yang bisa memproduksi kedelai, sekarang sedang digalakkan oleh Kementan untuk memproduksi kedelai," jelasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement