Share

Antisipasi Krisis Pangan, Menteri Basuki Bangun Infrastruktur Food Estate di Sumut

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Jum'at 11 Maret 2022 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 470 2559980 antisipasi-krisis-pangan-menteri-basuki-bangun-infrastruktur-food-estate-di-sumut-aCxzqcpx0N.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono lanjutkan pembangunan infrastuktur (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan membangun infrastruktur pendukung untuk pengembangan food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Pembangunan tersebut meliputi infrastruktur sumber daya air, konektivitas, dan penataan kawasan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hal tersebut bertujuam untuk menghadapi tantangan krisis pangan, meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Food estate merupakan arahan Presiden Joko Widodo sebagai prioritas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui ketahanan pangan nasional,” kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Kamis (10/3/2022).

Di bidang sumber daya air pada TA 2022 akan melanjutkan pembangunan jaringan irigasi tetes hingga terpenuhi area layanan irigasi tetes efektif seluas 200 ha. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pemasangan jaringan pipa manifold (kuarter), sedangkan pipa lateral/emitter (sub kuarter) diusulkan dilaksanakan oleh investor.

Selanjutnya, penyediaan air baku TSTH untuk melayani area 35 ha dengan sistem golongan dan pembagian berkala. Saat ini debit yang tersedia sebesar 9,5 liter/detik, cukup untuk 19 ha. Kegiatan ini akan dilelang pada akhir Maret 2022 dan mulai konstruksi pada Juni 2022.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di bidang konektivitas pada TA 2021 telah diselesaikan pembangunan jalan akses kawasan food estate sepanjang 8,6 km senilai Rp69,97 miliar. Selanjutnya, jembatan akses kawasan food estate dan TSTH masing-masing sepanjang 25 m senilai Rp16,04 miliar. Kemudian telah diselesaikan pembangunan jalan akses TSTH segmen 1 sepanjang 9 km senilai Rp71,93 miliar.

Pembangunan jalan akses TSTH ini dilanjutkan dengan segmen 2 sepanjang 5,7 km, saat ini progres fisiknya 36,24%. Proyek senilai Rp37 miliar ini dimulai pada September 2021 dan ditargetkan selesai pada April 2022.

Di bidang penataan kawasan, Kementerian PUPR membangun Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) pada 2021-2023 dengan anggaran Rp82,3 miliar. Ruang lingkup penataan meliputi pembangunan gedung riset pertanian dan herbal, mess karyawan, rumah kontrol pertanian, screen house, smart greenhouse. Saat ini progres pelaksanaan sebesar 2,9%.

TSTH ini akan digunakan sebagai pusat riset dan inovasi pengembangan herbal dan hortikultura yang digunakan untuk penelitian pengembangan bibit hortikultura yang berkualitas tinggi dan bertaraf internasional.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini