Share

IPO, PTPN III Bentuk Sub Holding Palm Co

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 13 Maret 2022 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 13 278 2560955 ipo-ptpn-iii-bentuk-sub-holding-palm-co-QXEgJwgWE5.jpg IPO (Foto: Okezone)

JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) berencana Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022. Terkait rencana tersebut, perseroan akan membentuk sub holding yang disebut dengan Palm Co.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara, Mohammad Abdul Ghani memastikan bisnis perusahaan yang dicatatkan sahamnya di pasar modal Tanah Air adalah seluruh bisnis kelapa sawit dan karet. Aksi korpirasi itu untuk mendapatkan value creation tertinggi yang berasal dari konversi karet ke kelapa sawit.

"Adanya potensi untuk meningkatkan produktivitas pada entitas yang memiliki kinerja lebih rendah. Disamping itu, perseroan akan diperoleh struktur kapital yang berkelanjutan serta mempertahankan fokus bisnis, mengingat kelapa sawit dan karet memiliki sinergi operasional yang kuat," ujar Abdul Ghani, Minggu (13/3/2022).

Pasca pencatatan saham perdana, Ghani memastikan PTPN Group siap berkontribusi mewujudkan swasembada gula konsumsi pada 2025 mendatang. Langkah itu dilakukan melalui sistem operational excellence yang terdiri atas penerapan kultur teknis terbaik sesuai Standard Operational Procedure (SOP).

Lalu, pemanfaatan varietas unggul baru, mekanisasi panen, manajemen pengairan irigasi, drainase dan ketepatan masa tanam serta digitalisasi proses melalui e-farming. Perusahaan juga melaksanakan ekstensifikasi melalui konversi lahan, sinergi dengan Perhutani, dan kemitraan dengan Petani Rakyat.

Tercatat, kinerja PTPN Group pada 2021 lalu secara konsolidasi menunjukkan hasil positif, sehingga mampu mendapatkan laba sebesar Rp4 trilium dan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp13,77 triliun.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang luar biasa dari Pemegang Saham dan pemangku kepentingan, serta seluruh jajaran perusahaan, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, SEVP dan seluruh karyawan, sehingga kami merasa ketika menjalankan program Transformasi relatif tidak menemui kendala yang berarti," tutur Ghani.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi sumber kekuatan bagi perusahaan untuk menyelesaikan seluruh tugas yang dibebankan pemegang saham.

Hal ini sejakan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada 20 Direktur Utama BUMN di Labuan Bajo Oktober 2021 yang lalu, dimana setiap perusahaan harus memanfaatkan momentum bagi pelaksanaan Transformasi dan kami diberi waktu dua tahun untuk menuntaskannya.

Saat ini PTPN III berusia 26 Tahun. Adapun tema perayaan hari jadi perusahaan tahun ini berupa 'Bersama Meraih Juara' yang diperingati pada Jum’at, (11/3/2022). Gahani menyebut tema tersebut menyiratkan semangat kebersamaan seluruh insan PTPN Group untuk menjadi perusahaan agribisnis kelas dunia dengan kinerja prima dan melaksanakan tata kelola bisnis terbaik.

Dalam mewujudkan visi tersebut, PTPN Group menghadapi tantangan dan tugas besar, terkait dengan peningkatan kinerja keuangan, pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta kontribusi dalam ketahanan pangan nasional. Manajemen PTPN Group menjalankan serangkaian kebijakan dan langkah strategis, antara lain menerapkan Operational Excellence dan Restrukturisasi Organisasi.

"Operational Excellence akan terus diakselerasi bersamaan dengan percepatan program Transformasi EBITDA yang sasarannya adalah mensejajarkan parameter ratio COGS to Sales dan SG&A to Sales sejajar Best Practices di Industri Perkebunan," kata dia.

Sementara restrukturisasi organisasi, penguatan kultur dan kapabilitas SDM, lanjut Ghani, akan terus dipacu untuk memastikan sustainability perusahaan akan lebih terjaga di kemudian hari dengan terwujudnya kultur planter yang kuat dan SDM yang berdaya saing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini