Share

KKP Siapkan Rp113,3 Miliar untuk Turunkan Kemiskinan Ekstrem di RI

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 320 2562442 kkp-siapkan-rp113-3-miliar-untuk-turunkan-kemiskinan-ekstrem-di-ri-pzkpjW3jV1.jpg KKP siapkan Rp113,3 miliar

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan Rp113,3 miliar untuk pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan produktivitas masyarakat dalam rangka mendukung program nasional percepatan penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Hal ini disampaikan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono saat rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, serta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo di Jakarta, Selasa (15/3/2022).

 BACA JUGA:Menko Airlangga dan World Bank Bahas Kemiskinan Ekstrem hingga Transisi Energi

Rapat ini sekaligus membahas program percepatan penurunan stunting.

“Ada Rp113 miliar yang dianggarkan untuk mendukung program percepatan penurunan kemiskinan ekstrem. Sedangkan untuk stunting, KKP anggarannya sekitar Rp25,5 miliar,” ungkap Sakti dalam keterangan resmi, Rabu (16/3/2022).

Dari anggaran tersebut, KKP merincikan tiga kategori program dan kegiatan yang kaitannya dengan akses terhadap pekerjaan, seperti pembangunan sarana niaga garam rakyat, pembangunan sarana dan prasana wisata bahari, hingga rehabilitasi kawasan mangrove.

Kemudian program kerja yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Di mmana meliputi bantuan premi asuransi nelayan dan pelatihan terhadap masyarakat kelautan dan perikanan.

Lalu yang ketiga, yakni program kerja untuk peningkatan kapasitas UMKM. Di antaranya pembangunan kampung nelayan maju, gudang beku portabel, hingga pembangunan kampung perikanan budidaya.

“Selain program-program ini, perlu juga kita instal kegiatan ekonomi di daerah-daerah potensial, yang nantinya memberi multiplier effect yang mampu mendorong penyerapan tenaga kerja serta penambahan penghasilan masyarakat nelayan. Ini tantangan dan pelaksanaannya perlu kolaborasi,” ungkapnya.

Sedangkan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting, KKP memiliki program Gemarikan yang tahun ini menargetkan 53.500 kepala keluarga.

Dengan rincian 20 persen ibu hamil, 10 persen balita, 40 persen wanita usia subur, serta 30 persen remaja putri usia produktif.

Sementara itu, Muhadjir menjelaskan, rapat koordinasi digelar sebagai langkah konsolidasi program kerja dan sinkronisasi data yang ada di masing-masing kementerian.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Ingin Pertumbuhan Ekonomi RI Berkualitas, Bisa Turunkan Kemiskinan

Sehingga implementasi upaya percepatan penurunan angka kemiskinan ekstrem dan stunting di Indonesia berjalan optimal.

Pemerintah menargetkan angka kemiskinan estrem di angka 0 persen pada tahun 2024.

“Dari rapat ini kita ingin melihat mana program kerja dan data yang bisa disinkronkan. Data KKP dan data BKKBN misalnya terkait stunting yang mana bisa disinkronkan untuk selanjutnya ditindaklanjuti,” harapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini