Share

Mitratel (MTEL) Bakal Tebar Dividen Rp966 Miliar, Setara Rp42/Saham

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 18 Maret 2022 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 18 278 2563836 mitratel-mtel-bakal-tebar-dividen-rp966-miliar-setara-rp42-saham-o3K80e2NNs.jpg Mitratel bakal bagikan dividen (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel akan membagikan dividen. Perseroan bakal meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 22 April 2022.

Perseroan menyebutkan, pemanggilan RUPST tahun buku 2021 dilakukan melalui situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Bursa Efek Indonesia, dan situs web MTEL pada 31 Maret 2022. Chief Investment Officer Dayamitra Telekomunikasi, Hendra Purnama mengungkapkan perseroan bakal mengusulkan dividen payout ratio hingga 70% dalam RUPST.

"Dividen kami juga bagus di 2021, kami proposing maksimum 70% akan dilaksanakan sekitar RUPST bulan depan," tuturnya.

Asal tahu saja, jika MTEL mencanangkan dividen payout ratio (DPR) sebesar 70%, total dividen yang dibagikan ke pemegang saham publik mencapai Rp966 miliar atau setara dividen Rp42 per saham. Mitratel sendiri mencatatkan laba bersih tahun 2021 melonjak 129,4% menjadi Rp1,38 triliun, dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp602 miliar. Sementara pendapatan Mitratel tumbuh 11% menjadi Rp6,87 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp6,18 triliun.

”Mitratel yang baru melantai di bursa kurang lebih empat bulan lalu atau tepatnya tanggal 22 November 2021, berhasil membukukan laba bersih tahun 2021 sebesar Rp1,38 triliun atau melonjak 129,4%. Ini menandakan bahwa Mitratel memiliki profitabilitas yang tinggi dan dapat mengembalikan value dari investasi shareholders," kata Hendra Purnama.

Menurut Hendra, laba bersih perseroan pada 2021 ditopang oleh pertumbuhan organik dan inorganik melalui strategi sales yang agresif dengan memanfaatkan keunggulan portofolio Mitratel yang tersebar secara luas di lokasi-lokasi atraktif. Sepanjang tahun lalu, Mitratel telah menambah sebanyak 796 tower dan 2.376 tenant secara organik.

Selain itu, perseroan melakukan strategi pertumbuhan inorganik yang agresif melalui akuisisi tower Telkomsel sebanyak 8.139 tower dan 8.215 tenant, serta konsolidasi aset tower Telkom sebanyak 798 tower dan 1.432 tenant.

Tingkat pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) pendapatan perseroan mencapai 14% selama periode 2017-2021. CAGR EBITDA sebesar 29% dan CAGR laba bersih mencapai 36%. Mitratel juga memastikan likuiditas neraca dan ketersediaan kas dapat mendukung strategi operasional perusahaan. Hal itu ditunjukkan oleh neraca keuangan perseroan pada 2021.

Kemudian nilai aset hingga akhir 2021 mencapai Rp57,72 triliun, meningkat 128,3% dibandingkan 2020 yang sebesar Rp25,28 triliun. Liabilitas naik 40,7% menjadi Rp24,08 triliun dari Rp17,12 triliun. Ekuitas melonjak 312,2% menjadi Rp33,64 triliun dari Rp8,16 triliun.

Sementara itu secara operasional, Mitratel terus mencatat pertumbuhan tower dan tenant, yang ditopang oleh kesehatan finansial bisnis perusahaan. Jumlah tower hingga akhir 2021 mencapai 28.206 unit, naik 52,7% dibandingkan 2020 yang sebanyak 18.473 unit. Jumlah tenant pada 2021 naik 39,3% menjadi 42.594 tenant dari 2020 yang sebanyak 30.570 tenant.

Tahun ini, perseroan menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 10%. melampaui rata-rata pertumbuhan industri, dengan 750 pembangunan menara dan 3.000 kolokasi secara organik, serta tambahan 3.000 tower secara inorganik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini