“Kami telah menderita kerugian 100 juta poundsterling (sekitar Rp1,8 triliun) dari tahun ke tahun, yang telah ditanggung induk perusahaan kami, DP World. Kondisi ini tidak dapat dilanjutkan. Kelangsungan hidup perusahaan kami bergantung pada perubahan cepat dan signifikan yang harus dibuat sekarang,” tambahnya.
Serikat yang mewakili pegawai P&O mengatakan langkah perusahaan itu merupakan sebuah “skandal,” setelah menerima dana jutaan poundsterling dari pemerintah Inggris selama pandemi COVID-19.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.