JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey menyatakan bahwa distributor yang memasok minyak goreng ke ritel modern masih terbatas. Meskipun hal itu sudah free market.
"Ketika HET dicabut, berdasarkan laporan yang saya dapat dari anggota bahwa dari distributor masing-masing peritel itu baru sekitar 30% yang memasok," ungkap Roy saat berdialog di IDX Channel, Selasa (22/3/2022).
Ia mengilustrasikan, sebelum harga minyak goreng naik, satu peritel memiliki 8 distributor untuk memasok barang. Adapun semua distributor tersebut memasok barangnya.
Namun, semenjak adanya kebijakan baru soal minyak goreng yakni HET dicabut dan diberlakukan free market, distributor masih ada yang ngumpet alias tidak memasok ke ritel seperti biasanya.
"Jadi kalau ambil contoh ada 8 distributor dalam 1 peritel, baru 2-3 distributor saja yang memasok. Yang lainnya belum pada masok," jelas Roy. Sehingga pihaknya berharap, hal ini bisa ditingkatkan.
Dia berujar bahwa sudah mengkomunikasikan hal ini kepada pemerintah agar bisa menjadi bahan evaluasi dan segera ditindak lanjuti supaya para peritel bisa mendapat pasokan minyak goreng sebagaimana mestinya.
"Kita sudah komunikasikan ke pemerintah, mohon untuk mengoptimalisasikan lagi kinerja para distributor menjelang hari raya besar. Karena hari raya besar seperti dalam waktu dekat ini ramadhan dan idul fitri, akan ada peningkatan konsumsi," bebernya.
Roy berharap, jika pemerintah bisa mendorong para distributor untuk memasok ke ritel modern dan para produsen bisa memberikan harga minyak goreng yang terjangkau, industri ritel bisa kembali memberikan kontribusi yang tinggi pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
"Belajar dari pengalaman tahun lalu pada kuartal kedua, ketika pertumbuhan ekonomi 7,07% di masa hari raya besar, kami berharap, hal yang sama di kuartal kedua tahun 2022, bisa demikian," pungkasnya.
(Taufik Fajar)