Share

Utang Pemerintah Nyaris Rp7.000 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Bahayanya jika Tak Ngutang

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 22 Maret 2022 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 320 2565794 utang-pemerintah-nyaris-rp7-000-triliun-sri-mulyani-ungkap-bahayanya-jika-tak-ngutang-6vXGlMA03R.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Jelaskan Soal Utang Indonesia. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Utang Indonesia selalu menarik perhatian karena jumlahnya sangat banyak, khususnya ketika pandemi Covid-19 melanda. Masyarakat yang pun banyak yang mengkritisi utang pemerintah ini.

Merespon hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan kenapa pemerintah berutang sedemikian banyak.

Baca Juga: Pengumuman! Utang Luar Negeri Indonesia Turun Lagi Jadi Rp5.914 Triliun

"Kita berutang ini semata-mata demi menyelamatkan masyarakat, baik dari segi ekonomi dan sosial, terutama melihat situasi yang kita hadapi," ujar Sri, di Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Jika tidak berutang, Indonesia dihantui ancaman turunnya penerimaan dan kesehatan masyarakat, belum lagi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta memburuknya sektor sosial, ekonomi, dan keuangan.

Baca Juga: Fakta-Fakta Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp5.932 Triliun, Nomor 5 Diklaim Masih Sehat

"Jika tidak utang, maka hal-hal tersebut akan sulit dihentikan. Bukan hanya Indonesia, banyak negara lain yang juga membutuhkan utang demi menjaga ekonominya dari hantaman pandemi," ungkapnya.

Kendati demikian, Sri menekankan bahwa jika dibandingkan dengan negara lain, utang Indonesia masih jauh lebih terkendali.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Ini dapat dilihat dari defisit anggaran yang sudah turun perlahan dan kembali di bawah 3%. Jadi kenapa utang? karena kita menerima penerimaan saat ekonomi naik lagi. Tahun ini 2 bulan pertama penerimaan di atas 30%, jadi APBN tool, kalau dibutuhkan dia kerja keras dan saat sudah membaik dia disehatkan kembali," pungkas Sri.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan mencatat, utang pemerintah hingga akhir Januari 2022 mencapai Rp 6.919,15 triliun, bertambah Rp10,28 triliun dibandingkan bulan sebelumnya atau Rp686,01 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini