Share

Kesal dengan Importir Kedelai, Mentan: Sekali-Sekali Kita Injak Juga Kakinya

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Selasa 22 Maret 2022 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 320 2566058 kesal-dengan-importir-kedelai-mentan-sekali-sekali-kita-injak-juga-kakinya-a8YU9Ej4xg.jpg Mentan Kesal dengan Importir Kedelai. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa impor pangan menggerus kesejahteraan petani terutama komoditas kedelai. Harga kedelai impor di Indonesia dihargai Rp5 ribu per kilogramnya, sedangkan para petani kedelai tidak bisa jika harus menjual kedelai di bawah Rp7 ribu.

"Mungkin sekali-sekali kita injak juga kakinya itu importir. Sudah 15 tahun dia impor melulu," ujar Mentan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga: Indonesia Segera Impor Kedelai dari 3 Negara Ini, Harga Tahu Tempe Turun?

Mentan menjelaskan, saat ini barang impor terutama untuk komoditas kedelai tergolong cukup besar. Sebab ketika importasi masuk kedalam negeri maka produk komoditas petani tersebut langsung bersaing dengan produk dari luar negeri.

Menurut Mentan SYL jika hal demikian yang terjadi maka produk petani terutama kedelai sudah kalah saing dari segi harga untuk masuk kepasar masyarakat.

Baca Juga: Harga Kedelai Mahal, Kemendag: Importir Sempat Mau Berhenti

Di samping itu pemerintah juga juga belum memiliki regulasi yang tegas terkait produk impor yang menggerus keuntungan para petani.

"Importasi kita cukup besar, dan tidak ada larangan terbatasnya, jadi saya sampaikan kepada Presiden, harus ada Lartas," sambung Mentan.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Mentan menjelaskan Indonesia lebih dari puluhan tahun sudah ketergantungan impor kedelai karena kalah dari sisi harga kedelai lokal kalah dari kedelai impor.

"Karena harga diluar Rp5 ribuan, sementara petani kita tidak bisa untuk kalau dia menjual dibawah Rp7 ribu," kata Mentan.

Sebab menurutny dalam satu hektare kebun kedelai hanya bisa mampu memproduksi kurang lebih satu setengah ton, dan hasilnya hanya Rp13 juta. Jika dibandingkan dengan komoditas jagung dengan lahan yang sama, satu hektare nya dapat menghasilkan diatas Rp20 juta.

"Tidak ada yang mau tanam kedelai, dan kalau kita suruh tanam ini akan merugikan,memang rakyat butuh stimulan, minimal bibitnya, dan bibit minimal 50Kg perhektare," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini