JAKARTA - Perum Bulog mengungkapkan ada praktik kartel terhadap jual beli komoditas kedelai.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas menyebut pihaknya akan menerima ancaman bila mendatangkan lebih dari 500.000 ton kedelai dari negara mitra.
Diketahuim Bulog menerima penugasan dari pemerintah untuk mendatangkan 350.000 ton kedelai.
Bahkan, jumlah itu lebih kecil dari komitmen yang diperoleh perusahaan yakni 500.000 ton lebih kedelai.
BACA JUGA:Stok Kedelai Aman, Pengrajin Tahu dan Tempe Tak Perlu Khawatir
Menurutnya, 500.000 ton kedelai itu bisa didatangkan secara bertahap.
Di mana setiap bulannya akan ada 50.000 ton hingga 100.000 ton kedelai yang disuplai ke Indonesia.
Buwas sendiri enggan membocorkan nama negara mitra yang dimaksud.
Dia beralasan Bulog akan dipersulit, bila nama negara diketahui pesaing.