Share

Presiden Jokowi dan Mentan SYL Tanam Jagung di Kawasan Food Estate Belu NTT

Agustina Wulandari , Okezone · Kamis 24 Maret 2022 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 11 2567372 presiden-jokowi-dan-mentan-syl-tanam-jagung-di-kawasan-food-estate-belu-ntt-fAQs1dur8m.jpg Presiden Jokowi didampingi Mentan SYL menyampaikan sambutan dalam rangka penanaman jagung di food estate Belu, NTT. (Foto: Dok.Kementan)

BELU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meninjau lahan food estate dengan menggunakan teknologi pertanian modern di Kabupaten Belu, NTT. Pada kunjungan ini, Mentan SYL melakukan penanaman perdana jagung bersama petani guna mempercepat peningkatan perekonomian masyarakat pelosok perbatasan lintas Negara serta mendukung ketahanan pangan nasional.

"Hari ini kita berada di Belu, NTT kita membuka lahan seluas 53 hektar untuk ditanam jagung dan airnya menggunakan springkel yang berasal bendungan Rotiklot yang baru saja diresmikan," ujar Presiden Jokowi pada kegiatan tersebut di food estate yang berada di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT, Kamis (24/3/2022).

Dari sini, lanjutnya, mereka akan memperluasnya (food estate,- red) hingga 500 hektar. Kalau itu berhasil, produksinya bagus, akan melompat ke daerah yang lain yang punya lahan pertanian datar seperti ini seluas 15 ribu hektar.

Jokowi menuturkan pembukaan food estate ini merupakan salah satu terobosan dalam membangun kemajuan pertanian dalam satu hamparan luas dengan menggunakan teknologi modern. Pasalnya, jika berani mencoba menggunakan teknologi di lahan-lahan yang sulit seperti NTT ini, nanti akan kelihatan apa yang perlu diperbaiki, dikoreksi dan apa alat mesin pertanian yang cocok digunakan di lahan kering seperti NTT sehingga dapat memajukan perekonomian masyarakat.

"Saya meyakini kita dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat NTT khususnya Kabupaten Belu, tetapi juga akan memperkuat ketahanan pangan nasional karena adanya lahan-lahan pertanian yang dibuka seperti di Kabupaten Belu, NTT ini," tuturnya.

Jokowi berharap nantinya produksi per hektarenya bisa dilihat, petani mendapatkan keuntungan berapa dan setelah itu akan diperluas.

Sementara itu, Mentan SYL mengatakan Presiden Jokowi mengapresiasi pengembangan kawasan food estate Kabupaten Belu dan sesuai perintah Presiden Jokowi perluasan areal harus terus diupayakan pada tahun ini. Dengan mengintegrasikan laju pertanian dari hulu hingga hilir, food estate Belu diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan, gizi serta kesejahteraan petani.

"Presiden Jokowi sangat ingin kehidupan masyarakat NTT mengalami peningkatan perekonomian, rakyat makin sejahtera. Salah satunya melalui bidang pertanian. Inilah harapan hadirnya pengembangan food estate ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan SYL menjelaskan pengembangan kawasan food estate seluas 559 hektare di Kabupaten Belu ini tersebar di empat kecamatan yakni Leosama, Manleten, Umaklaran, dan Kecamatan Fatuketi yang terdiri dari pengembangan padi seluas 411 hektare dan jagung seluas 148 hektare. Kegiatan pengembangannya dilakukan secara bertahap dari 2021 hingga 2024.

Foto: Kementan


"Pengembangan food estate Belu utamanya untuk komoditas padi dan jagung namun kita harapkan untuk menambah menghasilan masyarakat di pinggir lahan akan ditanam komoditi perkebunan, hortikultura ditambah usaha peternakan ayam atau ebek dan sapi," ucapnya.

Mentan SYL pun mengharapkan usaha pertanian yang terintegrasi hulu-hilir berbasis kawasan dan klaster menurut kesesuaian agro-ekosistem dapat tercipta dan dikembangkan pada kawasan tersebut. Dengan demikian, tata kelola mulai dari pra hingga pascapanen ke depannya terus meningkat.

"Pertanian NTT harus mampu bersaing dengan di daerah lain seperti Jawa, Sulawesi, Sumatera dan kawasan ini harus menjadi percontohan untuk dikembangkan di lahan pertanian kering yang lain," katanya.

Turut hadir pada kunjungan ini Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Ganadi Sadikin Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Jajaran Eselon 1 Kementerian Pertanian.

CM

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini