Share

Menkop Teten Ungkap Kendala Pelaku UMKM Belum Go Digital

Taufik Fajar, Okezone · Kamis 24 Maret 2022 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 320 2567171 menkop-teten-ungkap-kendala-pelaku-umkm-belum-go-digital-lR8Z4NAQwj.jpg Menkop Teten Masduki ungkap alasan UMKM belum go digital. (Foto: Okezone)

BALI - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan penjelasan terkait kendala pelaku UMKM untuk bisa go digital. Menurutnya UMKM mempunyai kelemahan di product development atau perkembangan produk.

"Kebanyakan UMKM kelemahannya di product development karena mereka tidak punya budget (pembiayaan) untuk Riset and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangannya," ujar dia dalam kunjungan ke Business Matching Pengadaan Produk Dalam Negeri dan UMKM 2022 di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/3/2022).

Dia menyebut, Kemenkop UKM saat ini sudah kembangkan model bisnis dengan sektor swatsa atau pelaku usaha besar dan kampus. Misalnya Riset and Development (R&D) penelitian dan pengembangannya di Universitas dan sektor Swasta lalu komersialnya di UMKM.

ย BACA JUGA:Pengadaan Barang dan Jasa 40%, Menkop Teten: Lihat Keunggulan Produk UMKM

"Jadi ada pembagian kerja, seperti desain dan marketing di pelaku usaha besar dan Universitas, kemudian produksinya di UMKM. Ini konsep kemitran atau rantai pasok ini bisa memperkuat stuktur produksi kita," ungkapnya.

Dia juga menambahkan pelaku usaha yang sudah besar bisa bermitra dengan UMKM. Dan tidak lagi yang kecil atau UMKM ini bertarung dengan pelaku usaha yang besar.

"Jadi kami (Kemenkop UKM) sudah menetapkan kemitran. Di mana yang usaha besar dan kecil itu bergabung melalui rantai pasok. Dan tidak lagi istilah bapak asuh karena kurang efektif," tuturnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Ini produksinya terintegrasi antara pelaku usaha besar dan UMKM. Hal ini sudah ada kebijakan dan juga ada UU terkait insentif kemitran tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya optimis bahwa 30 juta UMKM akan go digital di 2024 mendatang. Di mana, hingga saat ini 17,2 juta UMKM sudah terhubung.

โ€œYa kalau kita lihat UMKM kan jumlahnya ada 65 jutaan ya, sekarang ini yang paling besar kan 99,6% kan micro. Micro itu artinya omzet Rp2 miliar ke bawah lah. Nah ini yang sekarang kita sasar untuk go online ya, 17,2 juta sudah terhubung,โ€ katanya dalam Special Dialogue Okezone.

BACA JUGA:Hendi Kembali Buka Kesempatan 1.000 UMKM Dapat Fasilitas Kemasan Gratisย 

Teten menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Misalnya kepada rekan-rekan e-commerce.

โ€œKita berarti dalam dua tahun tinggal 12,7 jutaan lah. Nah, ini kita sudah kita laporkan dengan seluruh KL dengan daerah dan kita sudah juga koordinasikan dengan teman-teman e-commerce, karena yang kita sasarkan adalah micro untuk online,โ€ jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini