Share

Jokowi Resmikan SPKLU, Erick Thohir: Hemat Devisa Negara Rp2.044 triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 25 Maret 2022 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 320 2567800 jokowi-resmikan-spklu-erick-thohir-hemat-devisa-negara-rp2-044-triliun-N0AOvNNunB.jpg Presiden Jokowi Resmikan SPKLU di Bali. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging menghemat devisa negara hingga Rp2.044 triliun di tahun 2050. SPKLU terletak di Bali dan baru diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Jumat pagi tadi.

Erick mengatakan SPKLU Ultra Fast Charging Bali menjadi yang pertama di Indonesia. Stasiun ini akan digunakan untuk mendukung transisi energi terbarukan (EBT) saat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Bali

"SPKLU ini akan digunakan untuk mendukung transisi energi terbarukan dalam rangka presidensi G20," tulis Erick melalui akun Instagramnya, Jumat (25/3/2022).

Selain ramah lingkungan, Erick pun memastikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum mendoring peralihan dari kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan listrik. Karena itu, perusahaan pelat merah terus berpartisipasi membentuk ekosistem EV Bateray di Indonesia.

"Ini untuk mendukung transisi ke energi baru dan terbarukan," ungkap Erick.

Dalam peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Ultra Fast Charging di Bali sebelumnya, Jokowi berharap dengan dibangunnya SPLKU tersebut dapat menjadikan bukti komitmen untuk dunia bahwa Indonesia serius dalam mengurangi emisi CO2.

Baca Juga: Bawa Kabar Baik, Bahlil Sebut Investasi Baterai Listrik RI di Jalur yang Tepat

Kepala Negara mencatat, Presidensi G20 adalah kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk menunjukkan berbagai komitmen terhadap pengurangan emisi CO2, melalui penggunaan mobil listrik selama KTT G20, juga sekaligus sebagai show case bahwa Indonesia menjadi negara terdepan dalam pengembangan kendaraan listrik.

Jokowi memerintahkan agar semua pihak mempersiapkan berbagai komponen dari dulu ke hilir untuk mendukung pengembangan energi listrik di Indonesia.

"Itu semuanya harus kita tampilkan mulai dari hulu, di industri baterai dan industri komponen lainnya sampai di hilir pada penyiapan stasiun kendaraan listrik umum atau SKPLU dan POM charging, kita tunjukkan kepada dunia bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tengah tumbuh dan berkembang cepat," jelas Jokowi.

Dia menyebut dirinya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PLN yang telah telah menyiapkan 60 stasiun pengisian kendaraan listrik umum ultra fast charging 200 kw dan SPKLU ultra fast charging yang petama di Indonesia. Dan juga 150 titik fasilitas POM charging yang akan dipergunakan oleh seluruh delegasi.

"Tadi sudah dilaporkan, oleh Dirut PLN bahwa ultra fast charging ini memiliki berbagai keunggulan, pengisian dayanya haya memerlukan waktu 30 menit untuk 1 kendaraan, dan distribusi bebannya dinamis sehingga mempercepat pengisian daya kedua mobil listrik apabila diisi secara bersamaan," kata Jokowi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini