Maya berharap permintaan tempe terus meningkat.
“Pasar tempe di Amerika sama yang di Indonesia, pasar Amerika juga besar. Bedanya itu wilayah-wilayahnya saja, wilayah mana yang sudah kenal tempe, dan kebetulan saya di Midwest pembuat tempe itu kan tidak banyak. Sekarang di Indiana baru saya yang saya tahu. Jadi pasar saya lebih besar dibanding dengan pengrajin-pengrajin tempe yang ada di East Cost atau di West Cost di mana banyak orang Indonesia,” tuturnya.
Dia juga tidak khawatir dengan persaingan bisnis tempenya.
Setelah itu, ada juga di wilayah Barat Daya Amerika, di kota Houston, Texas, seorang diaspora Indonesia juga merintis bisnis tempe.
Xenia Tombokan datang ke Amerika pada tahun 1999 untuk belajar di University of Wisconsin untuk gelar Sarjana bidang teknik kimia dan kemudian meneruskan di North Carolina State University di Raleigh untuk gelar Master dalam bidang yang sama.