Share

Penjualan Listrik Lampaui Target, Dirut PLN Ungkap Pemicunya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 28 Maret 2022 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 28 320 2569236 penjualan-listrik-lampaui-target-dirut-pln-ungkap-pemicunya-WgZR6Xarmm.jpg Listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik sepanjang 2021 mencapai 257 Tera Watt hour (TWh). Jumlah ini melebihi target sebelumnya yakni 249 TWh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa peningkatan penjualan listrik pada 2021 didorong oleh tingkat konsumsi atau permintaan listrik di masyarakat yang mulai pulih.

"Kemudian di 2021, upaya kami dari sekitar 249 TWh, kami bisa meningkatkan menjadi 257 TWh," ungkap Darmawan saar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (28/3/2022).

Meski di tengah pandemi Covid-19, penjualan listrik PLN juga mengalami peningkatan pada 2020 lalu. Pada periode ini, jumlah penjualan mencapai 244 TWh atau melebihi target perseroan sebesar 238 TWh. Darmawan menilai penjualan didorong oleh kinerja perusahaan yang membaik.

"Di tahun 2020, penjualan kami adalah 243 TWh, yang sebenarnya kami perkirakan hanya 238 TWh, dengan berbagai upaya maka kami bisa meningkatkan menjadi 243 TWh," katanya.

Saat ini BUMN di sektor kelistrikan ini terus memgalakan berbagai aksi korporasi untuk memperkuat lini bismisnya. Misalnya, manajemen melakukan uapaya secara holistik baik itu captive power, memperkuat market, akuisisi, mendorong konversi kompor induksi, hingga menamba diskon tambah daya bagi pelanggan.

Tak hanya itu, PLN juga berhasil melunasi utang sebesar Rp51 triliun selama periode 2020-2021. Adapun total utang perusahaan mencapi Rp500 triliun.

"Dengan bangga kami umumkan, PLN mampu melakukan upaya pelunasan utang yang dipercepat, yaitu Rp30,8 triliun pada 2020 dan Rp21,7 triliun pada 2021," ujar dia.

Pemangkasan utang ini terdiri dari pokok utang maupun bunganya. Dengan pembayaran lebih awal ini, disebutkan biaya operasi PLN turun hingga Rp 5 triliun sampai September 2021. "Biaya operasional kami turun Rp 5 triliun pada beban keuangan sampai September 2021," kata Darmawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini