Share

Negara G7 Tegas Tolak Permintaan Putin Bayar Gas Pakai Rubel

Selasa 29 Maret 2022 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 320 2569454 negara-g7-tegas-tolak-permintaan-putin-bayar-gas-pakai-rubel-ILhf2tPA7p.jpg G7 Tolak Permintaan Putin soal Bayar Gas dengan Rubel. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin meminta agar pembayaran gas alam Rusia menggunakan rubel. Namun negara-negara anggota G7 dengan tegas menolak permintaan tersebut.

Menteri Energi Jerman Robert Habeck mengatakan, kelompok tujuh ekonomi utama dunia (G7) setuju menolak permintaan Rusia agar pembayaran impor energinya dilakukan dalam mata uang rubel.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.360/USD di Tengah Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina

"Semua menteri G7 setuju sepenuhnya bahwa pembayaran dalam rubel akan merupakan pelanggaran sepihak dan jelas dari kontrak yang ada," ujar kata Habeck, dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (29/3/2022).

"Pembayaran dalam rubel tidak dapat diterima dan kami akan mendesak perusahaan yang terdampak agar tidak memenuhi permintaan Putin," sambungnnya.

Baca Juga: AS dan Eropa Berencana Kurangi Ketergantungan Gas Rusia

Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia akan menuntut negara-negara yang "tidak ramah" terhadap Rusia untuk membayar ekspor gas alam hanya dalam rubel mulai sekarang. Para ekonom percaya langkah ini diambil untuk menopang mata uang Rusia.

"Saya telah memutuskan untuk menerapkan rangkaian tindakan untuk mengalihkan pembayaran, sesegera mungkin. Kita mulai dengan gas alam kita. Alihkan pembayaran untuk gas alam kita yang dipasok ke negara-negara yang disebut tidak bersahabat ke dalam mata uang Rusia, rubel," tegasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Presiden Rusia itu menginstruksikan bank sentral negaranya agar menyusun prosedur bagi pembeli gas alam untuk memperoleh rubel di Rusia.

Rusia pun menegaskan akan memotong pasokan gas ke pelanggannya di Eropa jika mereka menolak permintaan Presiden Putin.

"Tentu saja kami tidak akan memasok gas secara gratis," ujar Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini